TERDAKWA BIOGAS KSB BANTAH LAKUKAN PENYIMPANGAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sidang lanjutan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan instalasi Biogas KSB tahun 2016 lalu yang melibatkan tiga orang terdakwa terdiri dari Drs Hjm MM mantan Kadis ESDM KSB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ES ST oknum Konsultan Pengawas dan oknum TM rekanan kontraktor pelaksana CV AS asal Tuban Jawa Timur (kini ditahan Hakim Tipikor pada Rutan Lapas Mataram) kemarin kembali berlangsung di Pengadilan Tipikor Mataram dibawah kendali ketua majelis hakim AA Ngurah Rajendra SH MH dkk, dengan agenda pemeriksaan tiga orang saksi terkait yang diajukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dan Agus Widiyono SH MH, namun terdakwa biogas KSB didampingi tim kuasa hukum khususnya Advocat Sobaruddin SH, justru membantah melakukan penimpangan dengan menyatakan seluruh keterangan saksi tidak benar, membuat proses persidangan cukup seru.
Dari empat orang saksi yang hadir dipersidangan baik itu oknum Konsultan Perencanaan dan Pengawasan Indra Kusuma, Parwin Ketua Pokja, Suhartono PPTK dan bendahara ESDM tetapi hanya tiga orang saksi (minus bendahara) yang telah diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan kesaksiannya didepan persidangan, dengan inti keterangan menjelaskan tentang proses awal perencanaan, lelang tender hingga proses pelaksanaannya, namun terdakwa Biogas KSB yang didampingi tim kuasa hukum khusnya membantah seluruh keterangan saksi dan menyatakan kalau mereka tidak mengakui melakukan penyimpangan sebagaimana yang didakwakan.
Kendati demikian, ungkap Kasi Pidsus Kejari Sumbawa selaku koordinator tim JPU Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH usai sidang dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, tim Jaksa tidak mempermasalahkan bantahan dari terdakwa karena itu adalah hak yang bersangkutan, tetapi pihaknya sangat optimis kalau sejumlah unsur tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh ketiga terdakwa Biogas KSB optimis akan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan, mengingat sejumlah barang bukti dan belasan saksi terkait akan diajukan secara bertahap kedepan persidangan, termasuk pada sidang lanjutan yang akan digelar kembali Senin 1 Oktober mendatangm tim Jaksa telah menyiapkan sekitar 3 – 4 orang saksi, tukasnya.
“Kami sangat yakin dan optimis kalau sejumlah unsur pidana yang didakwakan kepada para terdakwa akan dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan, dengan mengajukan sejumlah bukti dan belasan saksi terkait termasuk didalam saksi ahli dari BPKP-RI,” pungkas Jaksa Raka.