TERDAKWA BRONJONG FIKTIF KSB DISIDANGKAN TAHUN DEPAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah pekan kemarin oknum AG SH Direktur CV NG KSB tersangka utama dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan bronjong fiktif pengamanan kuburan di Desa Mura Kecamatan Brang Ene KSB yang menyerap dana bantuan Pemda sebesar Rp 92.800.000 yang dikucurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) KSB tahun 2016 dipindahkan penahanannya ke hotel prodeo Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Mataram dengan mendapatkan pengawalan ketat tim Jaksa Kejari Sumbawa, menyusul berkas perkara atas kasus yang membelitnya dilimpahkan secara resmi ke Pengadilan Tipikor Mataram, dan rencananya sidang perdana akan digelar tahun depan tepatnya Rabu 3 Januari 2018.
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Pernya kepada Gaung NTB kemarin menjelaskan, sesuai dengan penetapan dan pemberitahuan dari Pengadilan Tipikor Mataram, maka terkait dengan persidangan atas perkara bronjong fiktif KSB yang melibatkan terdakwa oknum AG SH tersebut telah dijadualkan akan dilaksanakan pada Rabu 3 Januari 2018 mendatang, dengan majelis hakim diketuai oleh AAG Rajendra SH MH dkk dan agenda sidang perdana diawali dengan pembacaan surat dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum beranggotakan Jaksa Fajrin Irwan Nurmansyah SH dan Jaksa Cyrilus Iwan Santosa SH.
Dalam hal ini terang Jaksa Raka akrab disapa awak media ini, terdakwa bronjong fiktif KSB tersebut semula berstatus tahanan Jaksa pada Rutan Lapas Sumbawa kini telah beralih menjadi tahanan hakim Tipikor pada Ruran Lapas Mataram, dimana untuk membuktikan seluruh unsur pidana korupsi yang didakwakan kepada diri terdakwa, maka tim JPU merencanakan mengajukan sekitar 19 orang saksi yang telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan secara marathon sebelumnya dan telah dibuatkan serta ditandatangani BAP-nya, baik itu para saksi dari Konsultan Pengawas, Pengawas Lapangan, PPK, PPHP dan bendahara Dinas PUPR KSB, mantan Kadis PU KSB, pejabat BKAD KSB, hingga rekanan kontraktor KSB lainnya dan semua saksi tersebut nantinya akan diajukan kedepan sidang secara bertahap, dan tim JPU sangat yakin akan mampu membuktikan perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa, pungkasnya.