Terkait kasus dugaan ayah Rudapaksa, 3 anak kandungnya, Komisi III DPR meminta Mabes Polri mengambil alih

    TRIBUNNEWS.COM – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani juga menanggapi kasus dugaan pencabulan ayah tiga anak kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

    Asrul mengatakan jika polisi, khususnya Polres Luwu Timur tidak melakukan penyidikan dengan baik, ia akan mendesak institusi kepolisian yang lebih tinggi, seperti Polda Sulsel untuk mengambil alih.

    “Anggap saja bukti-bukti itu ada, cukup, maka aparat kepolisian di sana tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam kasus ini, mereka tidak melakukan penyidikan sebagaimana mestinya.”

    “Jadi tentunya nanti kita akan minta institusi Polri di tingkat yang lebih tinggi, misalnya Polda untuk mengambil alih. Atau minimal mengawasi,” kata Asrul dalam video yang disiarkan di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (9/9). /10/2021).

    Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur, DPR: Prioritaskan Perlindungan Korban

    Namun, jika tidak dilakukan, Asrul merasa kasus ini harus diserahkan ke Biro Pengawasan Reserse (Rowassidik), Bareskrim Polri.

    Atau bisa juga disampaikan ke Divisi Propam Mabes Polri.

    Sehingga dapat diketahui apakah dalam kasus ini ada pelanggaran kode etik dari penyidik ​​atau pihak kepolisian di Luwu Timur.

    “Kalau tidak demikian, maka kami harus menyampaikan hal ini kepada Biro Pengawasan Reserse (Rowassidik) di Bareskrim Polri.”

    Baca juga: Polisi Hentikan Kasus Dugaan Anak Romo Rudapaksa 3, KPAI Pertanyakan Hak Pemulihan Korban

    “Kita juga bisa sampaikan ke Divisi Propam Mabes Polri untuk melihat apakah ada pelanggaran kode etik atau tidak dan sebagainya,” kata Asrul.

    Diketahui media sosial belakangan ini diramaikan dengan kasus dugaan seorang ayah memaksa ketiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.



    https://www.tribunnews.com/regional/2021/10/09/soal-kasus-dugaan-ayah-rudapaksa-3-anak-kandungnya-komisi-iii-dpr-minta-mabes-polri-ambil-alih