TERLIBAT TRAFICKING OKNUM HONORER KSB DIMEJAHIJAUKAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Terdakwa MA alias alias Alen (35) oknum tenaga honorer pada sebuah UPTD di KSB, Rabu (14/09) siang kemarin diajukan ke depan meja hijau oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Dina Kurniawati SH untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tindak pidana Traficking yang dilakukan Mei lalu.
Di hadapan sidang terbuka untuk umum yang berlangsung diruang sidang Candra Pengadilan Negeri Sumbawa Besar yang dikendalikan ketua majelis hakim Hari Supriyanto SH MH dengan hakim anggota Reza Tyrama SH dan Agus Supriyono SH didampingi Panitera Pengganti Abdul Gofur SH, Jaksa dalam surat dakwaannya menjelaskan bahwa terdakwa diajukan kepersidangan dalam kasus tindak pidana traficking yang terjadi pada hari Rabu 11 Mei 2016 lalu sekitar pukul 24.00 Wita bertempat di TKP sebuah rumah kost Gang Ogan lingkungan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang KSB. Terdakwa telah dengan sengaja mendapatkan, membiarkan, melakukan atau turut serta melakukan penjualan/perdagangan anak.
Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara terdakwa mendapat pesanan dari seorang teman yang dikenalnya berinitial DC alias Deki melalui jaringan telepon yang meminta agar terdakwa dapat mencarikan seorang perempuan untuk melakukan pelayanan seks sehingga terdakwa menyatakan siap dan saat bertemu dengan lelaki Deki (pemesan) terdakwapun menerima uang pembayaran sebesar Rp 400.000, untuk kemudian terdakwa menghubungi rekannya bernama IC (DPO) serta bersama-sama dengan Wira dan Jerys pergi menjemput korban seorang perempuan muda belia sebuat saja Bunga (14)–bukan nama sebenarnya yang sedang tidur di kamar kosnya.
Korban Bunga diajak paksa untuk ikut bersama terdakwa berboncengan menggunakan sepeda motor menuju ke tempat Deki yang telah menunggu di TKP. Usai menyerahkan korban ke tangan pemesan, terdakwapun pergi bersama temannya dengan menggunakan uang pembayaran yang diterima sebesar Rp 400.000 untuk membeli makanan, minuman, bensin motor dan membeli minuman keras, namun belum sempat korban digarap oleh pemesannnya sejumlah aparat Kepolisian KSB datang mengamankan korban dan menangkap pelaku traficking tanpa berkutik bersama sejumlah barang bukti.
Akibat perbuatan terdakwa yang dengan sengaja mengeksploitasi anak secara seksual, maka Jaksa Dina Kurniawati SH mengancam dengan sejumlah pasal pidana berlapis melanggar Pasal 76f jo psl 83 jo psl 76i jo psl 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang perlindungan anak. Karena ancaman pidananya diatas 5 tahun penjara maka majelis hakim menunjuk Advocat Syamsuddin SH selaku penasehat hukum untuk mendampingi diri terdakwa.
Sidang ini akan dilanjutkan Rabu (21/09) mendatang untuk memberikan kesempatan kepada Jaksa mengajukan sejumlah saksi termasuk saksi korban.