TERSANGKA BRONJONG FIKTIF KSB DIGIRING KE LAPAS MATARAM

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tersangka utama kasus proyek pembangunan bronjong fiktif pengamanan kuburan di Desa Mura Kecamatan Brang Ene KSB yang menggunakan bantuan kucuran dana pada Dinas PUPR KSB tahun anggaran 2016 lalu senilai Rp 92.800.000 yang melibatkan oknum AG SH Direktur CV NG KSB, yang sebelumnya beberapa bulan mendekam dibalik jeruji besi Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa, akhirnya Senin (hari ini 18/12) dipindahkan dan digiring menuju hotel prodeo Lapas Mataram dalam pengawalan ketat tim Jaksa Kejari Sumbawa, menyusul berkas perkara korupsi yang membelitnya telah dinyatakan lengkap P21 dilakukan pelimpahannya oleh tim Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, guna disidangkan dan diadili sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Penyerahan berkas perkara korupsi atas proyek bronjong fiktif KSB disertai dengan pemindahan tersangka ke Rutan Lapas Mataram dengan pengawalan ketat itu dilakukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumbawa beranggotakan Jaksa Cyrilus Iwan Santosa SH, Jaksa Fajrin Irwan Nurmansyah SH, Jaksa Agus dan pengawal khusus tahanan Singgih Jati Laksana, meluncur dari Sumbawa Besar menggunakan sebuah mobil khusus Kejaksaan melalui jalan darat menyeberangi laut dan tiba di Mataram Senin, tersangka langsung dimasukkan kedalam Rutan Lapas Mataram guna menjalani masa tahanan sementara sekaligus untuk memudahkan proses persidangannya.
Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidsus Kejari Sumbawa jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, membenarkan kalau berkas perkara tahap kedua atas kasus bronjong fiktif KSB yang melibatkan tersangka AG SH Direktur CV NG tersebut yang telah dinyatakan lengkap, Senin (18/12) dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk disidangkan dan diadili sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, sekaligus dilakukan pemindahan tersangka ke Rutan Lapas Mataram, dimana untuk memudahkan proses persidangannya maka penahanan tersangka yang semula berstatus tahanan Jaksa secara otomatis beralih menjadi tahanan hakim Tipikor.
Paling tidak, ada sekitar 19 orang saksi yang telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan secara marathon sebelumnya dan telah dibuatkan serta ditandatangani BAP-nya, baik itu para saksi dari Konsultan Pengawas, Pengawas Lapangan, PPK, PPHP dan bendahara Dinas PUPR KSB, mantan Kadis PU KSB, pejabat BKAD KSB, tersangka hingga rekanan kontraktor KSB lainnya dan semuanya dinilai telah memberikan keterangannya secara kooperatif sesuai dengan apa yang diketahuinya, terang Jaksa Raka akrab Kasi Pidsus ini disapa seraya menyatakan optimisme kalau tim JPU akan mampu membuktikan seluruh unsur pidana korupsi terhadap tersangka (terdakwa) yang didakwa dengan sejumlah pasal pidana berlapis tindak pidana korupsi.