Tidak Tepat Waktu, Kontraktor Diberi Sanksi

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Beberapa paket pekerjaan di Kabupaten Sumbawa dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Hal itu lantaran, progres pengerjaannya dinilai lambat. Maka untuk itu, Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Zainal Arifin SPt MSi, Rabu (22/11) menghimbau kepada rekanan agar segera mengejar ketertinggalannya dan mengambil langkah percepatan.
    “Saya meminta kepada rekanan agar segera mengejar ketertinggalannya, karena dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu,” ujar Arifin saat ditemui di ruangan kerjanya.
    Menurutnya, dari hasil evaluasi terdapat sejumlah proyek yang dinilai tidak akan selesai tepat waktu, bahkan beberapa waktu yang lalu pihaknya bersama TP4D melakukan peninjauan ke beberapa lokasi proyek. Salah satunya proyek irigasi di Brang Ruris Alas Barat, dimana sarana irigasi tersebut sangat dibutuhkan oleh petani. Sementara di lokasi yang berbeda, seperti pembangunan gedung di SMP Negeri 1 Labuhan Badas dan pembangunan kantor Dinas Perizinan, dikhawatirkan tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang tertera dikontrak.
    Memang pekerjaan major kedua proyek tersebut sudah rampung, akan tetapi pekerjaan minornya baru dikerjakan. Karena pekerjaan minor, berarti masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Maka untuk itu, pihaknya akan membangun komunikasi dengan dinas terkait membahas permasalahan tersebut. Jika pekerjaanya sudah melewati batas yang telah ditentukan, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak.
    “Pada intinya, kami akan tetap mengawasi proses pembangunan yang ada, bersama-sama dengan teman-teman TP4D untuk mendorong percepatan proses pembangunan di Kabupaten Sumbawa,” pungkas Zainal Arifin.