Tiga Hal yang Menyebabkan Varian Virus Berbahaya

    Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus yang masuk ke dalam tubuh dapat merusak sel.

    Pada dasarnya ketika ada virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh langsung bereaksi.

    Kekebalan secara langsung menghambat replikasi atau perbanyakan virus dan bakteri tadi.

    Baca juga: Apa itu Virus Marburg? Berikut Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya

    Baca juga: Kasus Varian Lambda Covid-19 di Jepang Harus Lebih Cepat Disampaikan ke Publik

    Namun ketika bermutasi, virus dapat mengantisipasi sistem imun di dalam tubuh. Jadi virusnya bisa bertahan.

    Karena semakin banyak orang yang terinfeksi, virus SARS-CoV-2 terus bermutasi.

    Anggota Unit Covid-19, Dokter Erlina Burhan (tangkapan layar YouTube Tvonenews)

    Mutasi dilakukan sebagai upaya dari virus untuk dapat mempertahankan diri.

    Menurut dokter spesialis paru dan penyakit pernapasan atau dokter paru, Dr. dr. Erlina Burhan, M Sc Sp P(K), ada beberapa indikasi varian baru itu dinilai berbahaya.

    Setidaknya ada tiga sifat yang dimiliki oleh virus yang disebut berbahaya.

    Karena ketiga sifat ini, varian virus baru menjadi perhatian khusus.

    Tiga sifat pertama lebih menular.

    Kedua, ketika terinfeksi bisa lebih berdampak dan meningkatkan keparahan.

    Sedangkan sifat ketiga adalah mempengaruhi efikasi vaksin.

    “Kalau terpenuhi, menjadi varian concern. Jadi varian concern saat ini adalah Alpha, Beta dan Delta yang memenuhi kriteria,” ujarnya dalam webinar virtual, Jumat (13/8/2021).



    https://www.tribunnews.com/corona/2021/08/13/tiga-hal-yang-sebabkan-varian-virus-dinyatakan-berbahaya