Tiga Perampok Bercadar Satroni Rumah Petani (Pemilik Rumah dan anaknya Dianiaya)

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Kawanan perampok bercadar menyatroni salah satu rumah yang terletak di RT 02/RW 05 Dusun Muhajjirin, Desa Berora, Kecamatan Lopok Jum’at (22/12) dini hari. Dimana salah satu rumah warga atas nama Dowasa (67) serta keluarganya menjadi sasaran keganasan dari perampok bercadar tersebut. Istri dan 3 orang anaknya tidak luput dari penganiayaan. Setelah puas menganiaya seluruh keluarga, kawanan perampok tersebut menggasak isi rumah milik korban.
    Informasi yang berhasil diperoleh Gaung NTB, kejadian perampokan dan penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 wita dini hari. Dimana kawanan para perampok tersebut masuk kedalam rumah dengan menggunakan penutup wajah (cadar) sambil membawa senjata tumpul. Saat kejadian berlangsung, di dalam rumah tersebut Dowasa bersama isterinya Sakinah (40 thn), anaknya, Hamzanwadi (18), Nurul Hidayati (14) dan Sultan Ibrahim (11), sedang istirahat.
    Dalam kejadian itu, para pelaku yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 150 sampai 160 centimeter ini menganiaya penghuni rumah dan pelaku mengambil uang milik korban sebesar Rp 4 juta lebih dan satu buah parang.
    Akibat dari kejadian ini, Dowasa mengalami luka di atas alis mata kiri dan bengkak di sekitar punggungnya. Sementara isterinya, Sakinah mengalami lebam di sekujur tubuhnya akibat dipukul. Anaknya, Hamzanwadi mengalami luka di kepala dan lebam di punggung, kemudian Nurul dan Sultan tidak terluka parah. Dalam hal ini, pihak keluarga meminta agar aparat kepolisian bisa mengungkap pelakunya.
    Kapolsek Lape, AKP Satrio yang dikonfirmasi Gaung NTB membenarkan adanya kejadian tersebut. Kendati belum ada laporan yang resmi dari korban, setelah mendapatkan informasi mengenai kejadian itu, pihaknya langsung turun ke lokasi. Pihaknya juga sudah mengantarkan para korban ke puskesmas setempat sekitar pukul 03.00 Wita. “Kami sudah menyarankan kepada korban agar melaporkan kepada pihak Kepolisian,” ujarnya.
    AKP Yoyo– akrab Kapolsek Lape ini dipanggil mengaku bahwa sejauh ini sudah memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Lape untuk turun ke lokasi dan meminta keterangan dari para korban. Selain itu, anggotanya juga masih melakukan pengumpulan bukti dan saksi lainnya. “Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu,” ujarnya.
    AKP Satrio mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui para pelaku masuk dengan cara membongkar slot kunci pintu rumah korban. Diperkirakan, para pelakunya sudah mengenal situasi sekitar lokasi tersebut. Diduga kuat bahwa para pelaku ini pernah mendengar bahwa korban pernah menjual ternaknya beberapa waktu lalu. Selain uang, pelaku juga mengambil sepasang batu merah delima milik korban.
    Selain itu, pihaknya juga menemukan jejak pelaku ke arah sawah di belakang rumah korban. Setelah ditelusuri, pihaknya juga menemukan pisau milik korban yang dibuang pelaku di sawah. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” pungkas AKP Satrio.