Tiga Teroris KKB Papua Lekagak Telenggen yang menyerahkan diri dan tidak ditahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tiga anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen yang menyerah diputuskan tidak akan ditahan oleh aparat TNI-Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, alasan ketiganya tidak ditahan, antara lain karena ketiganya kooperatif dan bersumpah setia kepada Republik Indonesia.

“Ketiganya tidak ditahan, namanya diserahkan. Mungkin posisinya pasrah ya, pasti kooperatif dan jelas tidak ditahan,” kata Ahmad kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Lokasi penyerang TNI tersebut saat mobil yang ditabrak diduga berada di Jalur Lintas KKB Kecamatan Oksop

Ia mengatakan bahwa ketiganya tidak ditahan karena tidak menemukan unsur kriminal yang berarti selama bergabung sebagai anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen.

Meski demikian, kata Ahmad, polisi tetap akan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ketiga anggota KKB yang menyerahkan diri.

Di sisi lain, pengintaian bertujuan untuk memantau pergerakan ketiganya agar tidak kembali membelot sebagai anggota kelompok teroris KKB Papua.

“Kami akan terus menjaga dan mengawasi yang bersangkutan, jika kecurigaannya seperti itu. Kita juga harus tetap waspada, bila ada hal seperti itu jangan langsung percaya begitu saja. Tentu kita akan tetap waspada. Kita juga harus waspada. lakukan pembinaan macam-macam, ”pungkasnya.

Baca juga: Kapolda Papua Ultimatum KKB, Segera Menyerahkan atau Ditindak Secara Hukum

Sebelumnya, Komando Pertahanan Daerah Gabungan (Kogabwilhan) III mengatakan tiga anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen menyerahkan diri kepada perwira TNI Satgas Yonif 715 / Mtl yang melakukan patroli keamanan di Desa Tanah Merah, Papua, Sabtu (15/5). / 2021).

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan yang menyerahkan diri masing-masing berinisial YAW (34), MM (17), dan OM (41).

Tiga orang yang menyerahkan diri itu merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen, kata Suriastawa dalam keterangannya, Minggu (16/5/2021).




Source