TIM BPKP DATANG KE SUMBAWA PEKAN MENDATANG Lakukan Klarifikasi Kerugian Negara Kasus Patedong

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah melakukan kegiatan ekspose bersama, penandatangan kerjasama (MoU) dan koordinasi intensif dilakukan tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia Perwakilan NTB, terkait dengan pemeriksaan dan klarifikasi atas jumlah riel kerugian negara atas kasus dugaan penyimpangan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan pengaman pantai di Dusun Patedong Desa Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas Sumbawa yang menggunakan dana APBD Sumbawa tahun 2016 lalu senilai Rp 200 Juta, kini mempunyai titik terang tentang rencana kedatangan tim BPKP-RI tersebut ke Sumbawa pekan mendatang.
Sebagaimana dijelaskan Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Rabu (03/10) kemarin, bahwa setelah pihaknya beberapa hari lalu melakukan koordinasi intensif dengan pihak BPKP-RI Perwakilan NTB terkait dengan waktu bagi pemeriksaan klarifikasi dan perhitungan riel atas jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus Patedong itu, maka sesuai dengan infomasi resmi yang diperoleh via telepon seluler dari salah seorang tim BPKP baru saja kami terima, yang menginformasikan kalau tim BPKP beranggota tiga orang berencana akan datang ke Sumbawa pekan mendatang, dengan agenda akan melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait serangkaian dengan kegiatan perhitungan riel atas jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus Patedong tersebut.
Tim BPKP-RI Perwakilan NTB itu berencana datang ke Sumbawa untuk melaksanakan tugasnya selama lima hari terhitung sejak 22 – 26 Oktober mendatang terang Jaksa Raka, sehingga berkenaan dengan hal itu, maka kami pihak Kejaksaan tengah mempersiapkan akan melayangkan surat panggilan terhadap sejumlah pihak terkait yang tentunya pernah diperiksa sebelumnya, guna nanti mereka siap memberikan keterangan klarifikasi terhadap tim BPKP yang tentunya akan menanyakan berbagai persoalan terkait dengan perhitungan kerugian negara ata skasus talud pengaman pantai Patedong dimaksud, ujarnya.
Jika nanti hasil perhitungan riel kerugian negara atas kasus Patedong ini telah diperoleh dan diserahkan secara resmi oleh tim BPKP kata Kajari Sumbawa Paryono SH dalam keterangan Persnya kepada para wartawan sebelumnya, maka secepatnya tersangka kasus Patedong ini ditetapkan setelah melalui tahapan ekspose internal yang dilakukan tim Jaksa Penyidik, dan kami bertekad kasus ini dapat dituntaskan penanganannya dalam tahun 2018 ini, dan berapa jumlah tersangka yang jelas bisa lebh dari satu orang dan bahkan semua saksi berpeluang menjadi tersangka, tukasnya.