Tim Gabungan Amankan Pelaku Illegal Logging Bersama BB 

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Tim Gabungan Dinas Kehutanan (KPH Batu Lanteh) bersama anggota Kodim 1607/Sumbawa dan Polsek Moyo Hulu berhasil mengamankan dua orang pelaku illegal logging beserta barang bukti (BB) berupa puluhan kayu olahan dengan berbagai ukuran di Kawasan Hutan Kerawak (Uma TelagaI) Desa Berang Rea (RTK 62) Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Jumat, belum lama ini.

Informasi dari Pasi Inteldim 1607/Sumbawa Letnan Satu Chb Wahyu Amri, bahwa penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota KPH Batu Lanteh. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti ke lokasi yang dimaksud dan menemukan puluhan kayu papan dengan beberapa ukuran. Dilokasi yang sama, tim gabungan juga mendengar bunyi mesin Chainsaw yang sedang digunakan pelaku untuk menebang pohon di kawasan hutan lindung.

Melihat kondisi tersebut, petugas mengamankan dan menangkap dua orang terduga pelaku iIlegal loging inisial MY (49) dan H (37) beserta satu unit mesin Chainsaw dan kelengkapan lainnya untuk selanjutnya dibawa ke Polres Sumbawa.
Usai mengamankan terduga pelaku, tim gabungan kemudian kembali mengamankan barang bukti berupa kayu papan yang diperkirakan sekitar 2 kubik ke Polres Sumbawa.

Secara terpisah Dandim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE MSc, disela-sela kesibukannya menyampaikan apresiasi kepada para petugas gabungan yang peka terhadap informasi dan berhasil mengamankan terduga pelaku dengan tertangkap tangan melakukan tindakan illegal loging di kawasan hutan lindung yang juga dilengkapi barang bukti berupa kayu papan dan 1 unit Chainsaw.

“Kasus ini akan kita kawal bersama Dinas Kehutanan maupun Polres sehingga minimal memberikan efek jera bagi pelaku maupun orang-orang yang berpotensi untuk melakukan tindakan yang sama,” ujar Dandim Sumbawa.

Menurutnya Dandim, kondisi hutan saat ini sudah memprihatinkan sehingga membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk secara bersama-sama menjaga dan melestarikannya kembali dengan melakukan reboisasi, bukan malah melakukan penebangan secara liar seperti yang terjadi selama ini.

Namun itu semua sambungnya, akan dilakukan pengecekan dan pemeriksaan serta penyidikan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian bekerjasama dengan Dinas Kehutanan, apabila terbukti bersalah maka akan diproses sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. “Kita serahkan kepada aparat kepolisian untuk memprosesnya,” ujarnya.

Selain itu, Dandim kelahiran Jawa Timur tersebut juga berharap dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak hutan dan lingkungan mengingat dampak negatifnya akan kembali kepada masyarakat disekitar hutan maupun masyarakat yang ada didaerah tersebut secara umum. “Mari kita jaga, pelihara dan lestarikan kembali hutan kita, kalau tidak mampu malakukan reboisasi minimal jangan merusak,” pungkasnya.(Gac)