TIM JAKSA INVESTIGASI JARINGAN IRIGASI BATU BULAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tanpa menunggu waktu lama setelah menerima laporan resmi dari Abdul Hatap Ketua Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Sumbawa terkait adanya indikasi korupsi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Bendungan Batu Bulan di Kecamatan Moyo Hulu yang menggunakan dana APBN tahun 2017 lalu senilai Rp 9,1 Miliar lebih dengan pelaksanaan pekerjaan fisiknya dipercayakan kepada rekanan kontraktor pelaksana PT Shuar Karya Utama, tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa dibawah koordinator langsung Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH, Jum’at (05/01) kemarin sehari penuh turun melakukan investigasi lapangan kelokasi proyek jaringan irigasi Batu Bulan tersebut, serangkaian dengan kegiatan penyelidikan intensif yang dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket).
Didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi II Sumbawa Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa II (SNVT-PJPA NT.1) Soni Iswanto, konsultan pengawas dan rekanan kontraktor pelaksana, tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa melakukan peninjaun langsung kelapangan dengan menyusuri sejumlah lokasi jaringan irigasi Batu Bulan yang sedang dalam proses pembenahan finalisasi akhir sekaligus melakukan opname gambar visual fisik dan data kongkret, dengan mendapatkan penjelasan langsung dari PPK maupun konsultan pengawas dan pelaksana teknis rekanan kontraktor itu sendiri, sehingga tim Jaksa bisa menilai sejauhmana pekerjaan fisik yang dihasilkan guna dapat dijadikan bahan untuk dilakukan telaah dan kajian hukum secara mendalam lebih lanjut, terutama menyangkut soal apakah ada ditemukannya unsur perbuatan melawan hukum (PMH) sebagaimana diindikasikan oleh pelapor Abdul Hatap dari FPPK Sumbawa dimaksud.
PPK Soni Iswanto sendiri dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB melalui jaringan telepon seluler kemarin dalam perjalanannya menuju ke Kabupaten Dompu melaksanakan tugas pengawasan atas sejumlah proyek irigasi yang menjadi tanggung jawabnya itu, menjelaskan kalau pihaknya Jum’at kemarin telah mendampingi tim Jaksa Penyidik yang melakukan peninjauan lokasi proyek jaringan irigasi Batu Bulan dimaksud, dimana semuanya telah dijelaskan secara terbuka dan transparan bagaimana kondisi dan hasil prgress fisik yang diperoleh maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaannya, sehingga semuanya dapat menjadi jelas dan terang benderang, tukasnya.
Dengan progres fisik pekerjaan yang dihasilkan mencapai sekitar 98,5% beberapa hari lalu terang Soni Iswanto, apalagi dengan adanya perpanjangan waktu pekerjaan kendati dikenai dengan penerapan sangsi denda sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, namun pihaknya sangat optimis dengan koordinasi, sinergitas dan strategi serta kerja keras maupun tekad dan komitmen dari rekanan kontraktor pelaksana akan dapat menyelesaikan sisa pekerjaan hingga 10 – 15 hari kedepan jika air tidak mengalir, tetapi dengan tetap mengutamakan kepentingan akan kebutuhan pasokan air yang dibutuhkan petani setempat.
“Karena itu, hal ini perlu dipahami bersama, mengingat pemikiran dan tindakan yang dewasa dibutuhkan untuk membangun Sumbawa dengan landasan aturan dan kerja cerdas kita bersama, sehingga kami sangat yakin dan optimis kalau kegiatan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Batu Bulan tersebut akan dapat dituntaskan seluruh pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,” pungkas PPK Soni Iswanto.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB, membenarkan kalau dirinya bersama sejumlah anggota tim Jaksa Penyidik telah turun melakukan investigasi lapangan kelokasi proyek jaringan irigasi Batu Bulan dimaksud, serangkaian dengan kegiatan penyelidikan melalui Puldata dan Pulbuket yang dilakukan, namun bagaimana hasilnya maaf belum bisa di-ekspose karena masih dalam proses lidik, ujarnya singkat.