TIM JAKSA SEBERANGI LAUT PERIKSA PUSKESMAS SEBOTOK

Labuan Badas, Gaung NTB
Guna memastikan sejauhmana dugaan adanya indikasi penyimpangan dalam proses pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Kantor Unit Pelayanan Terpadu (LUPT) dan rumah dinas Puskesmas Sebotok yang berada di Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas Sumbawa yang menyerap bantuan DAK Pusat tahun 2017 maupun bantuan dana APBD Sumbawa tahun anggaran 2017 dengan jumlah total mencapi sekitar Rp 3,1 Miliar yang digelontorkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, maka tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dipimpin langsung Kasi Intel Jaksa Erwin Indrapraja SH MH Rabu pagi (01/11) kemarin menyeberangi laut menuju kawasan Sebotok Pulau Moyo untuk memeriksa dan melihat langsung kondisi fisik Puskesmas Sebotok tersebut.
Dengan menggunakan kapal speedboat milik Amanwana, tim Jaksa Kejari Sumbawa didampingi Kabag APP Setda Sumbawa Zainal Arifin M.Si bersama sejumlah awak media (wartawan) media massa cetak, elektronik dan On-line meluncur dan berlayar menyeberangi laut dengan memakan waktu tempuh sekitar tiga – empat jam perjalanan tiba di Sebotok langsung menuju kelokasi proyek pembangunan Puskesmas Sebotok dan tampak menyambut PPK Dikes Sumbawa Zulkarnaen bersama konsultan pengawas Ali maupun rekanan kontraktor pelaksana diwakili pelaksana lapangan Edi Suprianto, untuk selanjutnya tim jaksa menyusuri dan melihat langsung kondisi bangunan Puskesmas dan rumah dinas KUPT setempat, dengan melakukan pemeriksaan secara cermat terkait dengan adanya indikasi dalam penggunaan bahan material berupa pasir laut maupun batu karang yang diduga digunakan dalam pelaksanaan pekerjaannya.
Namun, saat tiba dilokasi proyek KUPT Puskesmas Sebotok yang berada dan berjarak sekitar 300 meter dari perkampungan Sebotok itu, tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dipimpin langsung Kasi Intel Jaksa Erwin Indrapraja SH MH langsung melakukaan action melihat dan memeriksa secara intensif kondisi fisik bangunan Puskesmas dan rumah dinas KUPT Sebotok itu, sekaligus mendaopatkan penjelasan langsung dari PPK Zulkarnaen SKM dan Konsulltan Pengawas Ali, bahwa untuk progress fisik KUPT Puskesmas Sebotok telah mencapai sekitar 75,04 % dengan sisa pekerjaan finalisasi akhir sedang dilakukan pekerjaannya secara intensif, baik itu untuk menuntaskan item pekerjaan rabat, pemasangan keramik, plafon maupun pemasangan daun pintu dan jendela, sehingga optimis pembangunan Puskesmas Sebotok itu akan dapat dituntaskan oleh rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender PT Dipo Mulyo hingga masa kontrak berakhir awal Desember mendatang.
Sedangkan menyangkut soal penggunaan bahan material batu dan pasir yang sempat mendapat sorotan tajam LSM Gempur, karena diduga adanya indikasi menggunakan material batu karang dan pasir laut terbantahkan, sebab dari kasat mata (Visualisasi) yang disaksikan langsung tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa justru mutu dan kualitas hasilnya cukup bagus, sebab material pasir yang digunakan adalah pasir kebun yang diakui sangat mirip dengan pasir laut serta menggunakan batu gunung yang diambil dari quari berjarak sekitar 300 – 350 meter dari lokasi proyek yand diangkut menggunakan mobilpick-up dan ojek sewaan, dengan kedalaman sumur air diperkirakan mencapai sekitar 12 meter, dimana hal ini dibenarkan oleh Kades Sebotok Abdul Rahman dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin bahwa secara turun temurun pasir kebun dan batu gunung yang ada didesa Sebotok itu telah digunakan untuk bahan material pembangunan rumah batu penduduk, kantor desa, pembangunan SD, SMP, SMA maupu Pustu setempat dan kenyataannya sudah belasan tahun tetao bertahan utuh dalam kondisi baik, sehingga tidak benar kalau dikatakan disinyalir dalam pembangunan Puskesmas dan rumah dinas di Sebotok menggunakan batu karang ataupun pasir laut, tandasnya.