Timgab Amankan Ratusan Botol Miras dan Pasangan Mesum

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sebanyak 132 botol minuman keras jenis brem berhasil diamankan oleh tim Operasi Gabungan. Tim yang dipimpin langsung oleh Sekdis Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), H Sahabuddin MSi tersebut juga berhasil mengamankan dua pasanagn mesum disebuah kos-kosan wilayah Brang Biji. Dalam operasi tersebut Timgab menyasar beberapa tempat, yakni kos-kosan, hotel dan penjual minuman keras, Kamis (16/11).
Ketua Tim Opgab, H Sahabuddin usai menggelar operasi mrnyampaikan bahwa kegiatann tersebut merupakan kegiatan rutin dilakukan guna untuk menertibkan penyakit masyarakat. Dimana kali ini tim yang dipimpin langsung olehnya berhasil menjaring dua pasangan yang diduga berbuat asusila dan satu orang yang disertai dengan identitas yang tidak jelas. Terjaring beberapa orang tersebut merupakan informasi dari masyarakat setempat yakni di kos-kosan wilayah Kelurahan Brang Biji.
Nantinya bagi pasangan yang diduga berbuat asusila tersebut, akan dilakukan pembinaan dan akan memanggil keluarganya. Baru kemudian akan diserahkan kepada keluarganya. “Kami akan mengembalikan pada keluarganya untuk dilakukan pembinaan,” ujar H Sahabuddin.
Selain itu, timgab juga berhasil mengamankan ratusan botol miras diberbagai lokasi. Dimana terdapat 20 botol miras jenis brem merah berukuran 1,6 liter diamankan dari tangan SA, di Jalan Kemuning, Kelurahan Bugis. Kemudian Tim bergerak menuju Kecamatan Labuhan Sumbawa dan disana kembali berhasil mengamankan HS beserta 113 botol miras jenis brem putih berukuran 1,6 liter dan 2 ember bahan baku pembuatan miras, di Dusun Buin Pandan, Desa Karang Dima. “Untuk SA merupakan seorang penjual miras, sementara HS merupakan produsen minuman keras,” tukasnya.
Bagi penjual dan produsen miras, terang H Sahabuddin, akan dikenakan Perda nomor 20 tahun 2006 tentang pengendalian dan penjualan minuman beralkohol dengan ancaman 3 bulan masa kurungan penjara dan denda Rp 25 juta.
H Sahabuddin menghimbau kepada pemilik kos agar memperhatikan anak kosnya terkait dengan identitas, jam malam dan hal lain yang terkait dengan perbuatan yang dapat menimbulkan kecurigaan warga sekitar.