Total Kasus Covid-19 di India Mencapai 20 Juta

Selama 12 hari berturut-turut kasus Covid-19 harian India melebihi 300 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – India mencatat total kasus virus Corona mencapai hampir 20 juta dengan akumulasi kematian 218.959 orang. Pada Senin (3/5), India melaporkan lebih dari 300 ribu kasus harian virus Corona selama 12 hari berturut-turut.

Pakar medis menyebutkan, jumlah kasus nyata virus Covid di lapangan kemungkinan bisa mencapai total 1,35 miliar. Bisa jadi jumlah kasus riil di lapangan sekitar lima hingga 10 kali lebih banyak dari penghitungan resmi.

Kapasitas rumah sakit terisi penuh dan suplai oksigen untuk kebutuhan medis semakin menipis. Selain itu, pihak krematorium kewalahan menerima jenazah pasien Covid-19, sehingga mereka harus membangun tempat kremasi darurat di luar ruangan.

Setidaknya 11 negara bagian dan teritori telah memberlakukan pembatasan untuk membendung infeksi virus Corona. Tetapi pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan penguncian kuncitara nasional, karena takut akan dampak ekonomi.

“Menurut pendapat saya, tinggal di rumah secara nasional dan menyatakan keadaan darurat medis akan membantu memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan saat ini,” kata ahli epidemiologi Universitas Michigan, Bhramar Mukherjee.

“Jumlah kasus aktif terus menumpuk, tidak hanya kasus baru setiap hari. Bahkan angka yang dilaporkan menyebutkan ada sekitar 3,5 juta kasus aktif,” imbuh Mukherjee.

Modi dikritik karena tidak mengambil langkah tegas sebelumnya untuk mengekang penyebaran virus Covid-19. Pemerintah telah melonggarkan batasan sosial dan jutaan orang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sebagian besar warga menghadiri festival keagamaan tanpa mengenakan topeng. Selain itu, kampanye politik yang dinamis berlangsung di lima negara bagian selama bulan Maret dan April.

Sebuah forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh pemerintah memperingatkan para pejabat India pada awal Maret tentang varian baru virus corona. Varian baru ini lebih menular dibandingkan virus Corona sebelumnya. Terlepas dari peringatan tersebut, empat ilmuwan mengatakan pemerintah federal tidak berusaha memberlakukan pembatasan skala besar untuk menghentikan penyebaran virus.

Para pemimpin dari 13 partai oposisi pada Minggu menandatangani surat yang mendesak Modi untuk segera meluncurkan vaksinasi nasional gratis. Mereka juga meminta pemerintah Modi memprioritaskan pasokan oksigen ke rumah sakit dan puskesmas.

Beberapa negara bagian telah menunda perluasan program vaksinasi untuk orang dewasa karena kekurangan vaksin. Kementerian Kesehatan mengatakan negara bagian memiliki 10 juta pasokan vaksin. Sedangkan 2 juta vaksin akan datang dalam tiga hari ke depan.

Meski menjadi produsen vaksin terbesar di dunia, India tidak memiliki cukup vaksin untuk negaranya sendiri. India telah berjuang untuk meningkatkan kapasitas melebihi 80 juta dosis sebulan. Institut Serum India telah kehabisan bahan baku untuk produksi vaksin.

sumber: Reuters




Source