TP4D ANCAM CABUT PENDAMPINGAN PASAR UTAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Lambannya proses pelaksanaan pekerjaan fisik proyek pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Utan Sumbawa yang menyerap alokasi anggaran tahun 2017 mencapai sekitar Rp 938 Juta dengan pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV LJ Sumbawa itu, dengan progress fisik jauh dari harapan, membuat Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa kecewa dan bahkan mengancam akan mencabut pendampingan yang telah dilakukan selama ini, jika hasil pekerjaan fisiknya tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
Sebagaimana dikatakan Ketua TP4D Sumbawa jaksa Erwin Indrapraja SH MH yang juga Kasi Intel Kejari Sumbawa dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Selasa siang (31/10) kemarin, bahwa pihaknya bersama anggota TP4D Senin kemarin telah melakukan monitoring sekaligus inspeksi mendadak (Sidak) kelokasi proyek pembangunan pasar Utan, ternyata kondisi fisiknya sangat jauh dari harapan, hasil pekerjaan lapangannya sungguh sangat lambat dengan perolehan progress fisik proyek baru mencapai sekitar 30% sesuai dengan penjelasan dari konsultan pengawasnya.
Padahal semestinya, dengan masa tenggat waktu pelaksanaan yang diberikan sudah melewati setengah waktu kontrak pencapaian fisiknya harus sudah lebih, tetapi kenyataan lapangan menujukkan keadaan yang sungguh jauh dari harapan, sementara disatu sisi praktis tinggal dua bulan lagi tahun anggaran 2017 ini akan berakhir, karena itu siang ini seluruh pihak terkait baik itu PPK, konsultan pengawas maupun rekanan kontraktor pelaksana dipanggil guna mendapatkan klarifikasi sejauhmana proses pelaksanaan dan apa kendala yang dialami dalam pengerjaan proyek pasar Utan tersebut, agar permasalahannya dapat menjadi jelas dan terang benderang.
“Oleh karena itu kami telah meminta dan memberikan stressing terakhir kepada rekanan kontraktor pelaksana proyek agar pekerjaan pasar Utan yang menjadi tanggung jawabnya itu dapat segera dituntaskan, sebab jika progress fisiknya tidak menunjukkan adanya peningkatan yang berarti, maka jelas TP4D akan mencabut pendampingan yang dilakukan selama ini, dan tentu konsekwensinya akan ditindaklanjuti dengan penindakan, sebab kami tak ingin proyek yang dibiayai dengan anggaran yang cukup besar itu menjadi sia-sia dan kami telah meminta kepada seluruh rekanan kontraktor pelaksana untuk tetap mengutamakan yang namanya mutu dan kualitas proyek yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan spesifikasi dan bestek yang ditentukan,” pungkas Jaksa Erwin.