TP4D EVALUASI AKHIR PENDAMPINGAN JEMBATAN SEBEOK

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan Tim Pengawal Pengaman dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa kemarin yang dihadiri unsur Kejaksaan, Inspektur dan Irban Itkab Sumbawa minus anggota lainnya Kabag APP Setda Sumbawa, terkait dengan tindak lanjut program pendampingan yang dilakukan terhadap proyek pembangunan jembatan Sebeok di Kecamatan Orong Telu Sumbawa, apakah akan dilakukan pencabutan pendampingannya atau tidak, menyusul tidak dapat terselesaikan pembangunan jembatan tersebut hingga masa kontrak berakhir 15 Oktober lalu dan bahkan dilakukan perpanjangan kontrak kerja selama 50 hari kalender oleh PPK Dinas PUPR Sumbawa tanpa sepengetahuan TP4D, sejauh ini TP4D belum dapat mengambil sikap tegas, karena akan melakukan evaluasi akhir soal pendampingan yang dilakukan selama ini dengan rencana TP4D akan melakukan action turun lapangan pekan mendatang, barulah TP4D akan menentukan sikapnya, ungkap Ketua TP4D Sumbawa Putra Riza Akhsa Ginting SH dalam keterangan Persnya kepada para wartawan diruang kerjanya Jum’at siang (02/11) kemarin.
Mengapa penentuan sikap TP4D belum dapat dilakukan hingga saat ini terang Jaksa Putra akrab Ketua TP4D yang juga Kasi Intelejen Kejari Sumbawa ini disapa, karena memang diakui untuk menentukan sikap secara resmi dari TP4D itu tentu harus melalui mekanisme, telaah, kajian dan evaluasi secara menyeluruh yang harus dihadiri oleh seluruh anggota (Unsur) yang ada didalam TP4D itu sendiri, mengingat bukan saja dari unsur Kejaksaan saja, tetapi ada juga Inspektur Itkab, Kabag APP Setda Sumbawa, kendati khusus dari kami unsur Kejaksaan telah memiliki pendapat sendiri bahwa sebetulnya dengan melihat progress fisik yang dihasilkan jauh dari harapan itu sudah bisa dilakukan pencabutan pendampingan, tetapi tentu kembali lagi harus pula mendengar dan mempertimbangkan pendapat anggota TP4D yang lain, tentunya juga memiliki alasan mendasar.
Menurut Jaksa Putra dari hasil koordinasi TP4D yang dilakukan di kantor Inspektorat Sumbawa kemarin, telah mengambil sebuah kesimpulan bahwa TP4D sebelum mengambil keputusan final terkait dengan pendampingan yang dilakukan, maka terlebuh dahulu akan kembali melakukan action turun kelokasi proyek jembatan Sebeok guna melakukan evaluasi akhir sejauhmana progress fisik yang dihasilkan, mengingat dari informasi yang diperoleh pihak Inspektorat bahwa saat ini rekanan kontraktor pelaksana telah mulai melaksanakan pengecoran beton lantai sehingga dengan rentang waktu masa kontrak berakhir 15 Oktober – 15 Nopember dipresdiksikan pencafaian fisiknya diharapkan bisa mencapai 70% – 75%, sehingga pekan mendatang 12 Nopember 2018 TP4D berencana akan melakukan pengecekan fisik dilapangan, ujarnya.
“Jika nanti hasil evaluasi akhir lapangan pekan mendatang, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tentu TP4D akan segera menentukan sikap tegas terkait dengan progra pendampingan dimaksud, dan bahkan pekan mendatang Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH M.Hum selaku pembina TP4D Sumbawa berencana juga akan turun langsung kelapangan untuk melihat dari dekat pembangunan jembatan Sebeok tersebut,” pungkas Jaksa Putra.
Sebagaimana diketahui bersama, untuk menuntaskan dan mewujudkan pembangunan jembatan Sebeok tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbawa telah mengeluarkan kebijakan melakukan perpanjangan waktu kontrak selama 50 hari kalender terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Sebeok di Kecamatan Orong Telu Sumbawa yang dibiayai pembangunannya menggunakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 senilai Rp 3,5 Miliar sesuai dengan ketentuan Perpres, menyusul tidak dapat terselesaikan pekerjaan fisik pembangunan jembatan tersebut selama 180 hari kalender hingga kontrak berakhir 15 Oktober 2018 lalu oleh rekanan kontraktor pelaksana PT Akbar Sinar Abadi asal Mataram.