TP4D Kawal Proyek Restorasi Istana Bala Putih

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Fungsi dan keberadaan Tim Pengawal Pengaman dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) telah dirasakan manfaatnya, oleh karena itu tidaklah heran jika sejumlah Institusi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada dua Kabupaten yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memilih dan mengajukan permohonan agar dapat dilakukan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan program dan proyek pembangun daerah, dengan harapan agar penggunaan dan pemanfaatan anggaran tepat sasaran dengan hasil pembangunan fisik yang dilaksanakan benar-benar tuntas dan rampung sesuai dengan bestek mutu dan kualitas sebagaimana yang direncanakan.

Salah satu proyek pembangunan strategis yang mendapatkan pengawalan dan pengamanan (pendampingan) dari TP4D adalah proyek restorasi Istana Bala Putih peninggalan sejarah Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin, sebagaimana dijelaskan Ketua Tim Pengawal Pengaman dan Pengendeli Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa Putra Riza Akhsa Ginting SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya kemarin, menyatakan sesuai dengan permohonan yang diajukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa, maka kami TP4D melakukan pendampingan atas pelaksanaan restorasi istana Bala Putih dimaksud.

Sesuai dengan ekspose yang telah dilakukan oleh Tim Pelaksana kegiatan program Restorasi Istana Bala Putih (Wisma Daerah) Sumbawa dibawah koordinator Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PRKP Sumbawa Rudy Kaharuddin ST, ungkap Jaksa Putra akrab Ketua TP4D yang juga Kasi Intelejen Kejari Sumbawa ini disapa, maka terkait dengan kegiatan pelaksanaan pekerjaan tahap kedua yang dilakukan dalam tahun 2019 ini yakni melakukan pembenahan dan pembangunan kembali bangunan bersejarah peninggalan Sultan Sumbawa tersebut, dengan total anggaran yang terserap mencapai sekitar Rp 12 Miliar, dengan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim Pelaksana pada tahun 2018 lalu yang merupakan awal dimulainya kegiatan restorasi hingga tahun 2020 mendatang diharapkan bisa dirampungkan dan dituntaskan sesuai dengan harapan Pemerintah dan masyarakat daerah ini.

“Sejauh ini pelaksanaan kegiatan restorasi berjalan dengan baik, kendati terlihat agak tersendat karena memang dalam pelaksanaannya memang memakan waktu yang cukup panjang hingga 2020 mendatang, apalagi untuk mengadakan sejumlah material khusus yang dibutuhkan tentu memerlukan waktu bagi pengadaannya, mengingat harus mencari dan disesuaikan dengan keasliannya, karena doa dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkas Jaksa Putra.

PPK Dinas PRKP Sumbawa Rudy Kaharuddin ST sebelumnya menjelaskan, dari total anggaran Rp 12 Miliar yang tersedia dialokasikan untuk menunjang kegiatan konstruksi sebesar Rp 11,3 Miliar lebih dan sisanya sebesar Rp 605 Juta lebih untuk kegiatan OP, dengan tenaga pengkaji bekerjasama dengan pihak Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta Ir Awaluddin ST M.Eng PhD, tenaga ahli aspirnal (IAI) Dr Johanes Adiyanto ST MT, dimana dari hasil review tim pelaksana tahap kedua, dengan progress pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan baik yang diawali dengan pemagaran keliling kawasan area Istana, melakukan pembongkaran tembok bata, gelagar, ventilasi kaca patry yang dilanjutkan dengan pembongkaran plat lantai kamar mandi dan WC baik yang berda dilantai II ataupun tambahan, gewel dan bak belakang serta pembatas KM/WC, paparnya.

Disamping itu jelas PPK Rudy Kaharuddin, juga dibuat gudang penyimpanan semen dan peralatan, termasuk membuat los bagi para pekerja, melaksanakan kegiatan pembersihan bekas bongkahan, bongkar plat lantai balkon serta persiapan bagi pembongkaran pagar keliling taman istana, pasang rill bal beton diatas tembok eksisting, pengadaan pipa instlasi listrik, besi, kayu gelegar baru, schapolding serta menyiapkan bahan simulasi pelaksanaan isian dinding lantai dua dan bagian lainnya, dimana tim pelaksana dalam hal ini telah memperoleh hasil uji laboratorium dari Balai Konservasi Borobudur Jawa Tengah, khususnya atas enam sample baik itu menyangkut yang namanya campuran spesi, pondasi, rabat ubin, pelesteran dinding lantai satu, pelesteran dinding anyaman bambu, dinding kawat harmonika maupun campuran spesi pasangan batu, rincinya.

Sedangkan, pelaksanaan pekerjaan tahun 2019 ini meliputi persiapan pekerjaan balkon barat, pekerjaan lanjutan ringball 20/40, balok serambi depan, pelesteran, pemasangan gelegar kayu lantai, rangka kayu dinding, usuk reng dan atap sirap, dengan kegiatan pembongkaran dinding disejumlah bagian maupun pengadaan kayu, dimana tentu tim pelaksana restorasi dalam melaksanakan berbagai kegiatannya tetap mengacu kepada kajian historis yang dimiliki Istana Bala Putih tersebut, pungkas PPK Rudy Kaharuddin ST.