TP4D RESMI CABUT PENDAMPINGAN PASAR UTAN *Kejaksaan Akan Lakukan Pengawasan Tersendiri

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Proyek pembangunan pasar tradisional di Desa Motong Kecamatan Utan Sumbawa yang menyerap anggaran tahun 2017 mencapai sekitar Rp 938 Juta yang dananya digelontorkan Pemda Sumbawa melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, dengan pelaksanaan pekerjaan fisiknya dipercayakan kepada rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender CV LJ Sumbawa, akhirnya secara resmi dicabut pendampingannya oleh Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa dengan melayangkan surat khusus yang ditujukan kepada Bupati Sumbawa, Bappenda Sumbawa dan sejumlah institusi terkait lainnya, ungkap Ketua TP4D Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam konferensi Pers kepada sejumlah awak media massa cetak dan online didaerah ini Rabu (22/11) kemarin.
Didampingi Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH, Jaksa Erwin akrab disapa menyatakan alasan dan dasar utama kenapa TP4D dengan terpaksa mencabut pendampingan pada proyek pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Utan yang selama ini dilakukan, mengingat selain dalam pelaksanaan proyek pasar Utan itu dinilai lamban dan tidak sesuai dengan harapan, juga sejumlah saran dan rekomendasi yang telah disampaikan untuk dapat dilakukan perbaikan atas sejumlah item pekerjaan berdasarkan hasil kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan TP4D beberapa waktu lalu dengan hasil progress pencapaian fisiknya dalam setengah perjalanan waktu kontrak baru mencapai kondisi fisik sekitar 30%, justru tidak digubris dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Terus terang kami sangat kecewa soal pasar Utan tersebut kata Jaksa Erwin, apalagi dari hasil action lapangan yang dilakukan ditemukan adanya sejumlah indikasi yang mengarah kepada adanya dugaan perbuatan melawan hukum, sehingga suka tidak suka kegiatan pendampingan yang selama ini dilakukan TP4D haruslah dicabut, dimana TP4D telah melakukan pengawalan dan pengawasan pada proyek pendampingan tersebut, untuk kemudian telah diberikan saran-saran dan pendapat serta arahan tim teknis dan ahli, namun kenyataannya sejumlah saran dari TP4D tersebut tidak dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik, tentunya TP4D mundur dari pendampingan dan pengawalan itu, dan pihak Kejaksaan sesuai degan kewenangan dan tupoksi yang dimiliki tentu selanjutnya akan mengawasi khusus dan tidak menutup kemungkinan bisa saja dialukan penindakan, jika nanti ditemukan adanya bukti penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pasar Utan dimaksud, tandasnya.
Sebagaimana diketahui bersama pelaksanaan pekerjaan fisik proyek pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Utan Sumbawa yang menyerap alokasi anggaran tahun 2017 mencapai sekitar Rp 938 Juta dengan pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV LJ Sumbawa itu, dengan masa waktu kontrak akan berakhir awal Desember mendatang, namun kenyataannya progress fisik yang dihasilkan jauh dari harapan, membuat TP4D Sumbawa dibuat kecewa dan akhirnya mencabut pendampingan yang telah dilakukan selama ini.