TP4D WARNING KONTRAKTOR PEMBANGUNAN PASAR UTAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Rapat khusus Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa dipimpin Ketuanya Jaksa Erwin Indrapraja SH MH yang juga Kasi Intel Kejari Sumbawa didampingi Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH, Safruddin rekanan kontraktor dan sejumlah pihak terkait lainnya yang berlangsung Rabu sore (25/10) kemarin, sangat menyayangkan pencapaian fisik (progress report) atas proyek pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Utan Sumbawa yang menyerap anggaran sekitar Rp 939 Juta itu jauh dari yang diharapkan, sehingga TP4D mengeluarkan “warning” kepada rekanan kontraktor untuk dapat meningkatkan hasil fisik proyek yang menjadi tanggungjawabnya.
Ketua TP4D Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam keterangan Persnya kepada sejumlah awak media menyatakan kalau TP4D sangat kecewa saat turun kelapangan untuk melihat progress report hasil fisik pekerjaan pembangunan pasar Utan tersebut ternyata kondisinya jauh dari yang diharapkan, yakni dengan hasil pekerjaan fisiknya masih sangat rendah akibat sistem pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan kontraktor pelaksana dinilai lambat, sebagaimana dilaporkan oleh konsultan pengawas proyek tersebut fisiknya hingga saat ini baru mencapai sekitar 30% yang seharusnya hasil fisik yang diperoleh seyogyanya harus dapat dicapai sekitar 60%, padahal masa waktu pengerjaannya telah memasuki paruh waktu dari masa kontrak kerja yang ditetapkan.
Oleh karena itu terang Jaksa Erwin akrab ia disapa, oknum PPK, Konsultan Pengawas dan rekanan kontraktor telah dipanggil dan dimintai keterangan terkait dengan hasil fisik pekerjaan proyek pembangunan pasar Utan itu yang jauh dari harapan, dimana TP4D telah memberikan peringatan keras kepada rekanan kontraktor pelaksana agar sejumlah item pekerjaan pasar Utan itu segera ditingkatkan dan dikebut pelaksanaan pekerjaannya secara serius dengan mengedepan mutu dan kualitas proyek yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan bestek yang ditentukan, begitu pula kepada PPK dan konsultan pengawas agar benar-benar melakukan pengawasan intensif terhadap sistem pelaksanaan pekerjaan dilapangan, sehingga hasil fisik pekerjaannya dapat tuntas sesuai dengan harapan Pemerintah dan masyarakat.
“Jika ditemukan adanya kendala dilapangan hendaknya kontraktor pelaksana bersama PPK dan konsultan pengawas segera melakukan koordinasi dengan TP4D guna dicarikan win-win solution bagi penyelesaiannya, apalagi dengan sisa tenggat waktu pelaksanaannya yang tinggal beberapa bulan lagi berakhir tahun anggaran 2017 tentu sangat dibutuhkan keseriusan dari rekanan kontraktor dimaksud untuk dapat menuntaskan pekerjaan proyek yang menjadi tanggung jawabnya dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya secara profesional dan proporsional, sehingga apa yang menjadi harapan Pemerintah dan masyarakat dapat diwujudkan dengan baik,” pungkas Jaksa Erwin.