Tragis, Seorang Pemuda Lompat Dari Menara Masjid

    Taliwang, Gaung NTB
    Tidak ada yang menyangka jika suasana perayaan shalat Idul Adha 1437 H yang berlangsung di Masjid Agung Darussalam Kemutar Telu Center (KTC) dengan penuh khusyu dan hening bakal diwarnai insiden berdarah.
    Syahrullah alias Robert (35), warga RT 02/01 Lingkungan Bugis Kecamatan Taliwang, Senin (12/9), sekitar pukul 06.45 Wita ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terjun dari menara masjid.
    Belum jelas apa yang melatar belakangi korban sampai nekad melakukan aksi bunuh diri ini.
    Informasi yang dihimpun Gaung NTB, menyebutkan korban sempat turut serta melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan masjid. Setelah usai melaksanakan shalat, korban memanjat ke puncak menara masjid dan terjun langsung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang paha kiri, luka robek 5cm, luka memar di perut kiri bawah dan pinggang kanan serta pendarahan di kepala yang keluar lewat hidung dan telinga kiri yang mengakibatkan tulang belakang kepala pecah.
    Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Asy Syifa Taliwang, Dr Raditya Rahman dari pihak rumah sakit, menyatakan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
    Sekitar pukul 08.40 Wita, Tim Inafis Polres Sumbawa Barat yang dampingi Kabag Ren, Kapolsek Taliwang dan Kasat Reskrim tiba di RS Asy Syffa dan langsung melakukan identifikasi kepada jenazah. Pukul 08.55 Wita, jasad korban dibawah ke rumah duka RT 02/01 Lingkungan Bugis Kecamatan Taliwang.
    Secara terpisah Kapolres setempat, AKBP Andy Hermawan SIK membenarkan adanya peristiwa tersebut dan telah dilakukan penanganan.
    Sementara itu dari keterangan beberapa saksi mata yang dijumpai, mengaku sempat menyaksikan peristiwa detik-detik korban melompat dari atas menara masjid dan beberapa warga sempat melihat korban menaiki tangga menara.
    Melihat korban jatuh terkapar di lantai dasar dengan berlumuran darah, sontak warga yang tadinya hendak beranjak dari masjid lari berhamburan melihat peristiwa itu. Tidak sedikit warga yang histeris disertai panik, ketika mendengar suara gemuruh jasad korban jatuh terkapar dari puncak menara.
    Apa motif dibalik aksi nekad korban, sejauh ini belum diketahui. Namun beragam spekulasi kian bermunculan. Ada yang menduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran terbebani ekonomi, setelah sebelumnya korban di PHK sebagai karyawan di Kantor Comrel PTNNT Taliwang (KSB) beberapa bulan lalu. Korban juga diketahui baru selesai menjalani masa hukuman penjara Lapas Klas II Sumbawa Besar selama beberapa bulan, terkait kasus pengerusakan jendela kaca Kantor Comrel PTNNT Taliwang.