Transformasi Digital adalah Fokus Utama Manajemen Baru Mastel

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Manajemen baru Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendukung penuh langkah percepatan transformasi digital yang dicanangkan pemerintah, terutama dalam upaya mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional.

    Ketua Mastel terpilih, Sarwoto Atmosutarno menegaskan, sektor telematika kini menjadi salah satu pendorong kehidupan yang menjadi tumpuan penting dalam kehidupan sehari-hari.

    Untuk itu, Mastel memposisikan diri sebagai dynamic living enabler, hub bagi seluruh pemangku kepentingan dan berperan aktif sebagai fasilitator percepatan program transformasi digital nasional yang tepat.

    Baca juga: Mantan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno Menjadi Pimpinan Mastel, Ini Rekor Jejak Karirnya

    Keanggotaan Mastel yang terdiri dari praktisi di bidang penyelenggara telekomunikasi seluler, jaringan telekomunikasi, lembaga penyiaran televisi dan radio, fintech, penyedia layanan internet, komputasi awan, pusat data, menara telekomunikasi, internet of things, big data, keamanan siber, serta karena para intelektual dan organisasi profesional menjadikan masalah transformasi digital tidak terhindarkan.

    Bagi Mastel, transformasi digital sudah menjadi menu sehari-hari, kata Sarwoto dalam keterangannya, Jumat (9/4).

    Baca juga: Ini merupakan rangkaian tantangan yang akan dihadapi oleh Calon Ketua Umum Mastel

    Sarwoto melanjutkan, sejumlah masalah besar menanti penetrasi digital di Indonesia. Dari segi infrastruktur misalnya, faktor efektivitas dan efisiensi harus menjadi perhatian utama para operator telekomunikasi dalam menggelar investasi jaringan. Dukungan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Kerja yang mengatur ketentuan tentang pembagian infrastruktur dapat menjadi kunci penting untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur.

    Di sisi lain, rendahnya pendapatan data juga bisa menjadi kendala bagi operator telekomunikasi untuk terus berinvestasi di infrastruktur. “Mastel berpandangan bahwa bandwidth internet adalah hak semua warga sehingga semua pihak berkewajiban untuk memenuhinya,” tambah Sarwoto.

    Meski terdapat berbagai permasalahan mendasar, Mastel juga melihat sektor telematika memiliki potensi besar di segala lini. Industri digital terbukti tangguh membantu mendongkrak perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. Sebagai organisasi yang dihuni oleh berbagai himpunan praktisi, himpunan profesi, dan cendekiawan di bidang telematika, MASTEL memprioritaskan program berskala strategis nasional dalam meningkatkan penetrasi digital.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate menegaskan, pemerintah mendorong transformasi untuk mengupayakan optimalisasi ekosistem digital. Empat strategi menjadi prioritas utama; infrastruktur, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital. “Transformasi digital akan membuat kita siap menyambut peluang, mendongkrak produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Menkominfo.

    Di bidang infrastruktur, pemerintah mendorong bauran pendanaan melalui investasi swasta, dana kewajiban pelayanan universal (USO), dan anggaran murni negara. Infrastruktur memiliki fungsi penting dalam mengurangi disparitas akses internet di setiap wilayah.




    Source