Travel Bubble Kepri-Singapore kembali ditunda

    Singapura sedang mempertimbangkan kasus Covid-19 pada pembukaan Travel Bubble

    REPUBLIKA.CO.ID, BATAM – Rencana pembukaan perbatasan terbatas melalui travel bubble antara Singapura dan Nongsa di Batam, serta Singapura dengan Bintan Resort di Bintan, Kepulauan Riau kembali ditunda.

    “Mungkin tidak pada 7 Mei. Jadi harus terus kita tekan (jumlah penularan Covid-19),” kata Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/4).

    Dia mengatakan telah bertemu dengan Konsul Jenderal Singapura, yang menyebutkan rencana yang mungkin dilakukan Gelembung Perjalanan dapat dilaksanakan pada Agustus 2021. Semula Gelembung Perjalanan antara Nongsa-Singapura dan Bintan-Singapura dibuka pada 21 April 2021, bertepatan dengan Hari Kartini. Namun, kemudian ditunda hingga 7 Mei 2021, dan diundur hingga Agustus 2021.

    Dalam rencana implementasi Gelembung Perjalanan, Pemerintah Singapura sedang mempertimbangkan penularan Covid-19. Meski khusus di kawasan khusus di Nongsa dan Bintan Resort laju penularan bisa dikendalikan, namun secara keseluruhan di Kepulauan Riau meningkat.

    “Kami mendorong pembicaraan ini ‘poin ke poin’. Ini berarti kita berbicara tentang Singapura-Nongsa dan Singapura Bintan Resort. Jadi kami benar-benar menjaga daerah itu. Tapi Singapura pasti mempertimbangkan kondisi Covid-19. Jadi kami jaga ini baik-baik, ”kata Gubernur.

    Pihaknya terus mendorong hal itu Gelembung Perjalanan dengan Singapura agar bisa dilaksanakan, guna menghidupkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dia prihatin jika batas perjalanan pariwisata tidak segera dibuka, maka akan terjadi PHK di hotel dan resor.

    “Karena kita juga jaga, jangan sampai kawasan wisata itu masih ada karyawannya, di-PHK secara besar-besaran. Ke depan kita akan menambah beban kita, bicara pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

    sumber: Antara




    Source