Tugu Dianggap Tidak Mewakili Pamulang

    Wali Kota Tangsel mengatakan pembangunan Monumen Pamulang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

    REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Eva Rianti

    Ejekan sudah menjadi topik perbincangan di kalangan netizen (warganet) dalam timeline tentang keberadaan Tugu Pamulang. Hal ini merupakan respon warga atas buruknya hasil pembangunan Tugu Pamulang yang sangat berbeda dengan desainnya.

    Tugu yang dibangun di bundaran Jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten itu akhirnya menuai kritik pedas. Tugu yang digadang-gadang menjadi ikon Pamulang tersebut dinilai belum merepresentasikan wajah asli Pamulang. Apalagi monumen yang sudah jadi sangat berbeda dengan desain desainnya.

    Lani (28 tahun), warga Pamulang, menilai Monumen Pamulang yang kini berdiri tak jauh dari Universitas Pamulang (Unpam) itu berbentuk aneh. Menurutnya, tugu tersebut tidak sesuai dengan desain yang direncanakan sebelumnya oleh pemerintah.

    “Monumen itu sudah tua sangat seperti itu, seinget Saya baru saja membaca berita desain bukan seperti itu. Terlihat juga tidak kalau memang ingin jadi ikon, “kata Lani kepada Republika di lokasi, Minggu (11/4).

    Para pegawai swasta tersebut menilai dengan kondisi Tugu Pamulang saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel harus bertanggung jawab. Jika memang kewenangan ada pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, menurut Lani, Pemerintah Kota Tangsel harus berkoordinasi. Dengan begitu, tugu dengan pembangunannya bisa dilanjutkan kembali.

    “Kalau itu kewenangan Provinsi Banten, kenapa harus Pemerintah Kota Tangsel tidak koordinasi? Sepertinya ada pengabaian. Kalau sudah begini, Pemkot Tangsel hanya akan aktif. Harus ada pengawasan, “kata Lani geram.

    Pemantauan Republika Di lokasi tersebut, Tugu Pamulang hanya terlihat berupa tiang putih melingkar. Di bagian atasnya terdapat kubah berwarna serupa. Desain monumennya terlihat polos dan tidak ada ornamen yang konon menjadi ciri khas kawasan di Tangsel. Padahal bentuk desain monumen yang disebar ke masyarakat sangat menarik dan enak dipandang.

    Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan pembangunan Monumen Pamulang merupakan kewenangan Pemprov Banten. Berhubung publik kini ramai dengan perhatian, Davnie telah mengajukan dua opsi terkait kelanjutan pembangunan monumen tersebut. Aspirasi resmi tersebut ia sampaikan pada Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Banten beberapa waktu lalu.

    “Itu monumen provinsi. Kemarin Baik kami minta ganti, revitalisasi Monumen Pamulang. Atau kedua, sebongkah tugu akan menyerahkan kewenangannya kepada kita, asetnya agar nanti kita bangun, pilihannya seperti itu, ”terangnya.

    Anggota Komisi III DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo mengatakan, aspirasi masyarakat untuk memperbaiki Monumen Pamulang sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Hal itu didapat Yudi dari konstituen saat reses di daerah pemilihan (dapil) Kota Tangsel. Hanya saja, lanjutnya, hingga saat ini kelanjutan atau revitalisasi belum dilakukan.

    “Beberapa kali pada masa reses di Pamulang, dia selalu menanyakan tentang Tugu Pamulang karena domainnya memang bagian dari jalan provinsi,” kata Yudi. Pihaknya juga sudah menyampaikan hal tersebut kepada Pemprov Banten.

    Yudi menjelaskan, yang dipertanyakan masyarakat adalah bangunan tugu yang kini tidak mencerminkan wajah Pamulang. Warga, kata dia, kurang paham dengan konsep dan desain Tugu Pamulang yang berdiri. “(Keinginan warga) menurut mereka tugu itu mencirikan suatu daerah, mempunyai tujuan tertentu di daerah itu, mereka ada mau anu seperti itu, ”kata politikus dari Partai Gerindra itu.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Banten, M Tranggono, mengatakan sebenarnya pihaknya berencana memperbaiki Monumen Pamulang pada 2020. Sayangnya, kebijakan tersebut dibatalkan karena anggaran untuk perbaikan tugu harus difokuskan kembali.

    Tranggono menuturkan, saat ini tugu dirancang pada 2017, dan selesai pada 2018. Saat pembangunan tugu selesai, kata dia, Pemkot Tangsel meminta agar desain diubah dengan tambahan ornamen, seperti desain yang viral. di media sosial.

    Atas usulan tersebut, pihaknya bersama dengan PUPR Kota Tangsel pada tahun 2019 mengadakan musyawarah bersama terkait desain Monumen Pamulang. “Setelah disepakati desain Monumen Pamulang, Pemerintah Provinsi Banten melalui PUPR Banten menganggarkan untuk renovasi Monumen Pamulang pada tahun 2020,” jelasnya.

    Sayangnya, pengerjaan perbaikan tugu tidak dapat dilanjutkan karena pandemi Covid-19. Ia juga siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangsel untuk menangani masalah tersebut.




    Source