TUJUH WARGA POTO AJUKAN PROTES KE KANTOR PDAM

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tujuh orang perwakilan warga Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir dipimpin langsung Sekdes Ahmad Yani, Jum’at (05/10) kemarin mengajukan protes dengan mendatangi langsung kantor pusat PDAM Batulanteh Sumbawa yang berada dikawasan jalan Bypass Pungka, untuk mempertanyakan kenapa sudah dua bulan terakhir ini pasokan air bersih yang dibutuhkan warga masyarakat setempat mengalami kemacetan dan kemandegan dalam penyuplaian dan pendistribusian, sementara kebutuhan akan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang kehidupan hidupnya sehari-hari.
Sekdes bersama warga Poto itu seyoyanya ingin bertemu langsung dengan Plt Direktur PDAM Tajuddin, akan tetapi karena kurang sehat yang bersangkutan tidak dapat masuk kantor, akhirnya ketujuh warga Poto itupun diterima langsung oleh Kasi Transmisi dan Distribusi PDAM Batulanteh Sumbawa, sehingga Sekdes Poto menyampaikan aspirasi sekaligus protes dari warga Desa Poto terkait masalah air bersih yang sudah sekian bulan mengalami kemacetan dalam pendistribusian, kalaupun ada keluar air menetes pada malam hari tidaklah seberapa dan dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka, untuk minum saja sangat kurang apalagi digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci.
Terus terang kami datang ke Kantor PDAM ini untuk kesekian kalinya timpal sejumlah warga lainnya yang enggan disebutkan namanya, tetapi apa yang dijanjikan oleh managemen PDAM itu tidak pernah direalisasikan dengan baik, bahkan akibat mandegnya suplay air bersih ke wilayah Desa Poto, justru tidak dapat menampung keperluan air bersih untuk wudhu di Mesjid, bayangkan saja kami sangat malu ketika ada warga dari luar desa yang singgah untuk melaksanakan kewajiban shalatnya di mesjid, saat hendak mengambil air wudhu justru tak ada air, sehingga dengan terpaksa mereka pergi dan mencari mesjid lainnya, begitu pula saat ada acara hajatan sosial warga juga mengalami kesulitan soal air ini, karena itu diminta kepada pihak PDAM agar masalah krisis air di Desa Poto ini segera dicarikan solusi terbaik bagi penyelesaiannya, sebab jika sampai dengan tenggat waktu yang ditentukan ternyata air tidak mengalir, maka jangan salahkan warga masyarakat harus turun melakukan aksi demo, tukasnya.
Menanggapi hal itu, managemen PDAM melalui Kasi Transdis menyampaikan permohonan maaf kepada warga masyarakat (pelanggan) jika pendistribusian air bersih ke wilayah Desa Poto dan wilayah lainnya tidak lancar, ini semua terjadi bukan karena faktor kesengajaan tetapi semata-mata selain pengaruh saat ini mengalami musim kering ektsrim, juga disebabkan karena ada jaringan pipa yang berada disimpang Boak mengalami kebocoran sehingga petugas teknis PDAM harus melakukan perbaikan dengan memakan waktu beberapa hari dan PDAM akan terus berupaya dan berusaha untuk mencari jalan keluar mengatasi krisis air tersebut, tukasnya.
Sementara itu, Plt Direktur PDAM Batulanteh Sumbawa Tajuddin ketika dikonfirmasi Gaung NTB melalui jaringan telepon seluler kemarin terkait dengan adanya protes yang dilakukan warga Desa Poto tersebut menyatakan apresiasi atas kedatangan warga Poto tersebut, namun menyangkut soal keterbatasan endistribusian pasokan air bersih PDAM itu semata-mata akibat kapasitas debet air dimusim kemarau saat ini sangatlah berkurang, apalagi ada ditemukan jaringan pipayang bocor dan tentu memerlukan perbaikan secara teknis.
“Bayangkan saja, kapasitas debet air yang diperoleh dari sumber mata air baku di Semongkat Kecamatan Batulanteh itu yang semula bisa diharapkan mencapai 80 M3/detik justru kini telah mengalami penurunan drastis hingga 50 M3/detik, sehingga sangat berpengaruh besar bagi kegiatan penyuplaian dan pendistribusiannya kepada para pelanggan, yang tentunya harus diatur waktunya sedemikian rupa agar warga masyarakat pelanggan dapat merata memperoleh air bersih yang dibutuhkan, kendati disadari dengan jumlah yang sangat terbatas, oleh karena itu pihaknya atas nama seluruh jajaran managemen PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksempurnaan dan ketidaknyamanan ini, tetapi yang jelas kami akan terus berupaya dan berusaha untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Tajuddin.