Tuntut Direktur RSUD Mundur LSM ForkotS dan LAR Gelar Aksi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Unjuk rasa yang dilaksanakan Senin (18/12) di RSUD sumbawa adalah bentuk akumulasi kekecewaan Rakyat terhadap pelayanan yang sistimatis dan misterius.
Mahasiswa menamakan dirinya kelompok Lembaga Aspirasi Rakyat (LAR) bersama LSM Forum Kota Sumbawa (ForkotS) turun gunung menuntut kepada Bupati Sumbawa dan segera berkoordinasi dengan DPRD Sumbawa dan intansi terkait untuk menggantikan Direktur RSUD karena dinilai tidak pantas dalam memimpin RSUD ada.
Ketua LSM ForkotS, Imanuddin ‘Opet’ Budjik kepada Gaung NTB, menyampaikan bahwa selain mereka menuntut Direktur RSUD Mundur, dalam aski tersebut mereka juga meminta kepada aparat untuk segera menangkap sekaligus menyeret pihak-pihak yang terindikasi dalam kasus pengadaan Mobil Ambulance Emergency tahun 2015, karena kasus tersebut dinilainya telah merugikan keuangan negara yang cukup besar dan berdampak pada ‘pelayanan rumah sakit’.
Dia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk pro aktif dalam menyelesaikan kasus dugaan korupsi tersebut sehingga menjadi terang benderang.
Opet—sapaan akrab Ketua LSM ForkotS, mengacam pihak Kejaksaan Sumbawa apabila dalam waktu 6×24 jam tidak ada kejelasan terhadap kasus tersebut, maka mereka akan kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi.
Demikian juga terhadap manajemen RSUD Sumbawa, juga diharapkan agar segera digeser karena dinilainya sudah terkontaminasi.