Tuntut Perbaikan Jembatan Orong Telu Warga Datangi Bupati dan DPRD

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Puluhan warga Orong Telu gelar aksi demonstrasi tuntut perbaikan jembatan limpas Tempoak Renok, jembatan limpas Brang Punik dan paruak (tanjakan) Sangarepek yang saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Tidak hanya itu, massa aksi juga menuntut kelanjutan hotmik jalan menuju Orong Telu serta usulan merubah rute jalan dari Orong Telu menuju Desa Batu Rotok agar tidak ada lagi korban kecelakaan saat melintasi jalan terjal berbatu dan curam yang sering kali menyebabkan truk jatuh ke jurang dan korban meninggal dunia ketika melintas di jalan tersebut.
Sempat terjadi saling dorong antara masa dengan petugas Sat PolPP yang mendesak ingin masuk menemui Bupati Sumbawa. Meski sempat kecewa karena bupati sedang berada di Jakarta, namun massa aksi berbesar hati saat ditemui oleh Sekda Sumbawa Drs H Rasyidi, Asisten II Drs H Didi Darsani, Apt dan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ikhsan Imanuddin, ST namun aksi ini tetap damai. Aksi digelar di depan Kantor Bupati Sumbawa dan dilanjutkan ke kantor DPRD Sumbawa, Kamis (10/1).
Di Kantor DPRD Sumbawa, massa aksi difasilitasi oleh Ketua Komisi I Syamsul Fikri AR SAg MSI dan hasil rekomendasi DPRD yaitu memutuskan paling lambat 17 Januari 2019, Dinas PUPR akan melakukan pertemuan kembali dengan perwakilan masyarakat Orong Telu terkait solusi dan penanganan jembatan yang rusak.
Korlap aksi Andi Jauhari menyampaikan pemerintah harus segera memperbaiki 3 jembatan yang saat ini rusak parah. Hal itu membuat akses dari dan menuju Orong Telu lumpuh apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk memperbaiki apalagi ini musim hujan.
Menurutnya, hari ini masyarakat datang untuk menagih janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Husni-Mo yang sudah diucapkan saat kampanye.
“Kami sudah masukan surat pemberitaan akan datang demo dan hearing dengan maksud dapat ditemui oleh bupati maupun wakil bupati tetapi hari ini beliau tidak ada kami sangat kecewa, bapak Sekda maupun bapak Asisten harus membuat komitmen akan realisasikan hasil pertemuan kita hari ini” tegasnya.
Disebutkan, Pemda harus melanjutkan hotmix jalan menuju Orong Telu di APBD-P serta merubah rute jalan menuju Batu Rotok. “Pembangunan jembatan dilakukan dan jangan sampai melupakan pembangunan infrastruktur jalannya, karena yang kami takutnya adalah saat pembangunan salah satu yang menjadi tuntutan kami terpenuhi tetapi melupakan tuntutan yang lainnya. Dan kami berharap ini jangan hanya menjadi program saja akan tetapi direalisasikan di lapangan,” sebutnya.
Sementara itu, Sekda H Rasyidi menyampaikan bahwa bupati sedang ke Jakarta menemui menteri yang akan diundang saat ULTAH ke 60 Kabupaten Sumbawa serta ada rapat penting dan wabup sedang kurang sehat jadi tidak bisa masuk kantor.
Menurutnya, pemerintah baru akan bisa membahagiakan masyarakat di Orong Telu ketika sudah bisa membangun jembatan komvensional namun karena keterbatasan anggaran maka pemerintah akan mengusahakan untuk memperbaiki jembatan limpas itu agar bisa dilalui oleh masyarakat.
“Membuat jembatan konvensional Wajib untuk diniatkan, saat ini diusahakan agar bisa masyarakat melewati jembatan limpas itu dulu, sekarang APBD sudah d ketok, di perubhan semoga bisa tentu dengan ada kolaborasi bersama legislatif dengan dana aspirasi agar kita tanggung sama-sama karena Ortel punya potensi yang luar biasa,” katanya.
Senada dengan itu, Kabid Bina Marga Ikhsan Imanuddin ST menyampaikan terkait jalan yang ada di Orong Telu dimana kondisi jalan yang sudah di hotmix sepanjang 9,297 KM dan jalan di perkeras sepanjang 11.403 KM.
Sedangkan pengalihan jalur yang di inginkan sudah kami diskusikan dengan Bappeda Sumbawa dan akan diperjuangkan realisasinya sesuai kemampuan APBD karena banyak dusun lainnya.
“Kami sudah mengecek kondisi jalan dan sudah kami mengecek jembatan yang rusak di daerah Orong telu dan marilah kita berfikir masalah perbaikan anggarannya. Untuk perbaikan jembatan kami membutuhkan anggaran 2.6 milyar dan terkait dengan pengaspalan jalan yang belum di aspal yang jaraknya 14 KM, kami harus membutuhkan dana 14 Milyar karena 1 kilo pengaspalan jalan membutuhkan dana 1 Milyar” sebutnya.
Lebih jauh sambungnya, kesanggupan sebagai eksekutif hanya sebatas kemampuan saja dalam membantu permasalahan ini, dan minggu depan akan digelar rapat terlebih dahulu untuk membahas persoalan ini.
Disisi lain, Ketua Komisi 1 DPRD Sumbawa Syamsul Fikri AR SAg MSi menyampaikan terkait kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akan diusahakan untuk menyelesaikannya karena itu merupakan salah satu janji politik saat memenangkan pasangan Husni-Mo.
“Kami akan mengusahakan skala prioritas pembangunan jembatan mana yang kami bangun terlebih dahulu yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat, dan kami prediksikan dana pembangunan dalam satu jembatan 128 juta,” tandasnya.