Twitter Menangguhkan Beberapa Akun Influencer Nigeria, Mengapa?

Influencer men-tweet tentang pembebasan seorang diplomat Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan jejaring sosial Twitter Inc dikabarkan telah menangguhkan akun dari sebuah nomor influencer di Nigeria. Ini menyatakan bahwa suspensi atau menangguhkan muncul setelah mereka memposting tweet tentang pembebasan seorang diplomat Venezuela bernama Alex Saab.

Dilaporkan Reporter Sahara, Saab telah ditahan di Cape Verde selama berbulan-bulan. Para influencer Nigeria menulis tweet yang menyerukan pembebasan diplomat Venezuela tersebut, hingga tak lama kemudian Twitter menangguhkan akun mereka pada Senin malam.

Di antara akun influencer Nigeria yang ditangguhkan adalah @Danny, @Tife, @Volqx, @Lamar, @Pamilerin, @Four eyed Edo Boy, @Biisi, @Mbah, @ Alex_Houseof308, @Dasucre, @Mbahdeyforyou, @ogaKnowledge, @AimThaMachine_, @AimThaMachine_, @ FestusGreen dan @COhii. Selain itu, dikabarkan bahwa beberapa akun publik dari para tokoh tersebut juga dibekukan tanpa batas waktu karena diduga terlibat dalam gerakan ilegal.

Namun, langkah Twitter saat ini dinilai tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan perusahaan jejaring sosial tersebut. Saab ditangkap di Cape Verde saat melakukan perjalanan dari Iran ke Venezuela pada 12 Juni 2020 karena dicurigai melakukan pencucian uang.

Tidak lama setelah penahanannya, pada 14 Juni, menteri luar negeri Venezuela tweet mendukung Saab, menyebut penangkapannya “sewenang-wenang” dan “ilegal”.

Pada 28 Agustus 2020, pengacara Saab menyatakan bahwa dia sedang dalam misi ke Iran sebagai utusan khusus Maduro untuk merundingkan bahan bakar dan pasokan kemanusiaan saat penangkapannya berlangsung. Hingga 30 November tahun yang sama, Pengadilan Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) memerintahkan Cape Verde untuk melakukan tahanan rumah terhadap Alex Saab.

Pada 15 Desember, Pengadilan Banding Cape Verde memutuskan untuk menolak keputusan tersebut. Alasannya adalah Pengadilan ECOWAS tidak memiliki yurisdiksi untuk memaksa Cape Verde mengambil keputusan. Maduro kemudian menunjuk Saab sebagai duta besar untuk Uni Afrika pada 29 Desember 2020, berusaha mengirimnya ke Ethiopia untuk mencegah ekstradisinya.

Pemerintah Venezuela kemudian menggelar konser untuk mendukung Saab dan meminta pembebasannya pada Februari. Namun, Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) menolak untuk membatalkan permintaan ekstradisi Saab ke negara tersebut.

Sebuah laporan intelijen mengatakan bahwa setengah juta tweet yang terkait dengan Saab tidak terkait dengan pemerintah Maduro.




Source