UAD Buka Program Studi Magister Teknik Kimia

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta membuka Program Studi Magister (Prodi) Teknik Kimia pada tahun ajaran 2021/2022. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

    SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Yogyakarta, Prof. Didi Achjari, kepada Rektor UAD, Dr. Muchlas MT, di kampus induk UAD Yogyakarta. Muchlas mengatakan, dibukanya Program Studi Magister Teknik Kimia menjadi perhatian UAD.

    Karena selama ini industri di Indonesia kurang memperhatikan aspek lingkungan, energi terbarukan, teknologi pengolahan makanan dan obat, serta belum memiliki dukungan akademis. Oleh karena itu, menurutnya perlu dihasilkan orang-orang yang kompeten di bidang tersebut.

    Sehingga UAD mendirikan Program Studi Magister Teknik Kimia. Selain itu, UAD juga ingin termotivasi untuk memberikan solusi secara nasional energi terbarukan.

    Muchlas menjelaskan, sarana dan prasarana Program Magister Teknik Kimia sudah siap, baik sumber daya manusia (SDM) maupun laboratorium. Untuk SDM dosen, sudah ada 11 doktor yang memiliki skill atau kompetensi sangat kompartable dengan keunikan Prodi Magister Teknik Kimia.

    Laboratorium tersebut sudah tersedia dan bersama dengan laboratorium Teknik Kimia yang ada. Jadi, tidak ada masalah dengan sumber belajar.

    “Untuk kuota penerimaan mahasiswa, Program Magister Teknik Kimia UAD bisa menyelenggarakan tiga kelas. Kami sangat siap,” kata Muchlas.

    Didi Achjari mengatakan UAD merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) pertama yang membuka Program Studi Magister Teknik Kimia. Sejauh ini, dari 17 perguruan tinggi di Indonesia yang membuka Program Magister Teknik Kimia, semuanya adalah perguruan tinggi negeri (PTN).

    Menurutnya, membuka prodi baru di PTN tidak terlalu sulit, karena sarana dan prasarana didukung oleh pemerintah. Ini berbeda dengan PTS, karena PTS harus mandiri dalam menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran.

    “Program Studi Magister Teknik Kimia memiliki prospek yang cerah karena ke depan dibutuhkan tenaga ahli teknik kimia untuk mendukung kemandirian bangsa,” ujarnya.


    Source