Uni Eropa Menyerukan Gencatan Senjata di Gaza

Menteri luar negeri Uni Eropa mengadakan pertemuan darurat virtual untuk membahas Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Menteri luar negeri Uni Eropa (UE) menyerukan gencatan senjata antara pasukan keamanan Israel dan kelompok militan Palestina. Menteri Luar Negeri Malta Evarist Bartolo mengatakan Uni Eropa akan menawarkan lebih banyak bantuan kemanusiaan dan mencoba untuk meluncurkan kembali pembicaraan damai.

Bartolo mengatakan kepada Reuters bahwa keterbukaan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menemukan solusi bagi konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun sangat penting. Para menteri luar negeri Uni Eropa mengadakan pertemuan darurat virtual pada Selasa (18/5) untuk membahas situasi yang semakin meningkat di Gaza dan sekitarnya.

“Setelah gencatan senjata, UE akan bekerja sama dengan Amerika Serikat, bekerja dengan Rusia untuk mencoba dan menangani situasi,” kata Bartolo.

Menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Selasa memperdebatkan bagaimana pengaruh politik Uni Eropa dapat membantu upaya diplomatik untuk mengakhiri pertempuran di Timur Tengah. UE memiliki satu suara untuk menyerukan gencatan senjata dan solusi politik untuk mengakhiri eskalasi yang meningkat antara Israel dan Palestina. Namun, negara-negara UE terbagi tentang cara terbaik untuk membantu meredakan konflik.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 200 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel. Sedangkan lebih dari 1.400 orang luka-luka. Di sisi lain sedikitnya 12 orang di Israel tewas dalam serangan roket yang diluncurkan dari Gaza.

Pada Selasa pagi, Israel melancarkan gelombang serangan udara yang meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza. Sementara Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel.

Perang keempat antara Israel dan Palestina terjadi sejak 2008. Perang ini telah menimbulkan kekhawatiran global tentang krisis kemanusiaan.

Uni Eropa adalah donor bantuan terbesar untuk Palestina, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap Hamas dan Israel. Uni Eropa memiliki beberapa pengaturan perdagangan yang menguntungkan Israel.

Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell mengatakan dia bertukar pikiran dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tentang bagaimana AS dan UE dapat bersama-sama berkontribusi untuk mengakhiri kekerasan dan mengurangi ketegangan di Gaza. “Kami juga membutuhkan inisiatif jangka panjang untuk menyelesaikan dinamika konflik dan menghidupkan kembali prospek masa depan yang damai untuk semua,” kata Borrell dalam tweet di Twitter.




Source