Upaya Petani Milenial Antisipasi Wereng dan Sundep

Perkembangan wereng batang dan wereng sundep sangat cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Penggerek batang dan wereng sundep menjadi ancaman bagi lahan pertanian padi di Blok Badak, Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Upaya pengendalian dilakukan secara masif agar hama tidak terus menyebar.

Gerakan pengendalian hama penggerek batang dan wereng sundep ini seperti yang dilakukan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Milenial Jaya di Desa Mundak Jaya Kecamatan Cikedung. Gerakan pengendalian hama tersebut telah dilakukan sebanyak empat kali, dimulai dari penanaman padi hingga saat ini.

Ketua Kelompok Tani Milenial Jaya Ismail mengatakan, perkembangan hama penggerek batang dan wereng sundep sangat cepat. Apalagi pada musim tanam gadu ini, varietas yang ditanam tidak tahan terhadap serangan penggerek batang dan wereng sundep. “Musim tanam gadu saat ini juga sangat cocok bagi wereng untuk hidup dan berkembang biak,” kata Ismail, Minggu (20/6).

Awalnya, kelompok tani milenial melakukan gerakan pengendalian hama secara mandiri. Selanjutnya mereka bekerjasama dengan petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di Kecamatan Cikedung dan BPP Kecamatan Cikedung.

Sekretaris Kelompok Tani Milenial Jaya Jaenudin menambahkan, luas lahan kelompok 125 hektar yang kini sudah tiga minggu tanam. Menurutnya, upaya pengendalian hama akan terus dilakukan hingga tanaman padi berumur 85 hari.

”Alhamdulillah, setelah dilakukan beberapa tindakan pengendalian, populasi hama hampir tidak ada. Meski demikian, kami tetap mewaspadainya,” kata Jaenudin.

Jaenudin mengatakan, jika hama tersebut terus dibiarkan, akan menimbulkan ancaman gagal panen bagi tanaman padi. Pasalnya, hama tersebut akan membuat batang tanaman padi patah hingga kering sehingga tidak tumbuh.



https://www.republika.co.id/berita/quzunu380/upaya-petani-milenial-antisipasi-hama-wereng-dan-sundep