Usia Tidak Merintangi Semangat Para Lansia Untuk Belajar Membaca Alquran

    Kegiatan tersebut digelar selama tiga minggu di bulan Ramadhan tahun ini.

    REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Sakiroh duduk berlutut di atas karpet hijau di Taman Lansia Rumah Zakat, Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (25/4). Di depannya terbuka sebuah buku Iqro di atas meja lipat yang biasa digunakan oleh anak-anak.

    Dengan terbata-bata, Sakiroh mulai mengeja pembacaan Iqro. Tak ada salahnya, semangat tinggi yang ia tunjukkan saat mempelajari dasar-dasar membaca Alquran.

    Seorang Relawan Inspiratif Rumah Zakat dengan cermat memperhatikan bacaan Iqro yang dibaca Sakiroh. Ia akan segera mengoreksinya jika menemukan pembacaan Iqro yang salah. “ Saya senang bisa mengaji di sini. Sudah lama sekali bagiku tidak Alquran, ” kata lansia dari Desa Tegalurung.

    Di belakang Sakiroh, puluhan wanita tua lainnya duduk berlutut dengan sabar. Mereka menunggu giliran untuk juga belajar membaca Iqro.

    Salah satu Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Lastri Mulyanti menjelaskan, kegiatan belajar baca Alquran memang sengaja dilakukan pada lansia. Ini karena banyak lansia yang tidak bisa membaca Alquran. Padahal, mereka adalah kaum hijaiyah yang buta huruf.

    Untuk itu, lanjut Lastri, pihaknya menggelar kegiatan Pondok Pesantren Lansia Ramadhan. Kegiatan tersebut digelar selama tiga minggu di bulan Ramadhan tahun ini.

    Setiap minggu, kegiatan Pondok Pesantren Ramadhan Lansia digelar selama tiga hari. Yakni, Jumat pukul 16.00 WIB – 17.30 WIB, Sabtu pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB dan Minggu pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB.

    Ada sekitar 30 lansia yang mengikuti kegiatan ini. Kebanyakan dari mereka tidak bisa membaca Alquran sehingga harus belajar membaca Iqro terlebih dahulu. Selain belajar membaca Alquran, mereka juga diajari menghafal huruf-huruf pendek. ‘Ada juga tausiyah. Pembicaranya berbeda-beda di setiap pertemuan, ” jelas Lastri.

    Lastri pun mengaku terharu dengan tingginya antusiasme para lansia dalam belajar mengaji. Mereka tidak merasa malu atau ragu saat belajar mengaji. Bahkan mereka begitu antusias, banyak yang datang satu jam sebelum kegiatan dimulai. “Alhamdulillah semoga ini menjadi berkah dan bisa membaca Alquran dengan baik dan benar,” kata Lastri.




    Source