Uttar Pradesh Akan Menghabiskan Rp 19,5 Triliun untuk Vaksin

    Uttar Pradesh memiliki populasi 240 juta orang.

    REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, akan menghabiskan hingga 100 miliar rupee (sekitar Rp 19,5 triliun) untuk vaksin Covid-19. Otoritas Uttar Pradesh telah melakukan pembicaraan awal dengan produsen seperti Pfizer serta distributor lokal Sputnik V.

    “Uang bukanlah masalah, kami memiliki anggaran yang besar,” kata juru bicara Uttar Pradesh, Navneet Sehgal Reuters, Kamis (13/5).

    “Kami akan menghabiskan hingga 100 miliar rupee,” kata Sehgal, seorang birokrat senior di negara bagian berpenduduk 240 juta orang itu.

    Langkah Uttar Pradesh, yang memiliki populasi lebih besar daripada Brasil, dilakukan ketika banyak negara bagian India membatasi vaksinasi karena kekurangan vaksinasi parah di tengah rekor lonjakan infeksi virus korona. India mencatat lebih dari 4.000 kematian untuk hari kedua berturut-turut karena sistem kesehatannya gagal mengatasi gelombang kedua pandemi.

    Uttar Pradesh juga telah mengadakan pembicaraan pra-penawaran dengan perusahaan vaksin India, Serum Institute of India yang memiliki lisensi untuk membuat suntikan AstraZeneca, serta Bharat Biotech dan Cadila Healthcare untuk vaksin Novavax, sebagai bagian dari tender global untuk membeli 40 juta. dosis selama beberapa bulan ke depan. dan Johnson juga dapat mengonfirmasi keikutsertaan dalam tender pada Kamis malam melalui email. Distributor lokal Sputnik V di India, Laboratorium Dr Reddy, juga mengadakan pembicaraan dengan otoritas Uttar Pradesh.

    sumber: Antara / Reuters




    Source