Vaksinasi Semester 2, Menkes: Suntikan Lebih Banyak

    Jumlah suntikan di semester 2 direncanakan di atas 1 juta suntik per hari.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, jumlah vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan pada semester II vaksinasi direncanakan meningkat dua kali lipat per hari jika dibandingkan semester I. Jumlah suntikan pada semester 2 vaksinasi direncanakan melebihi 1 juta suntikan per hari.

    Secara keseluruhan, vaksin Covid-19 di Indonesia ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021 dengan total 181,5 juta penerima vaksin. Pada semester 1 tahun 2021 tercatat 16,5 juta orang telah mendapatkan vaksin, terdiri dari fase 1 untuk tenaga kesehatan dan fase 2 untuk lansia (lanjut usia) dan pekerja publik.

    Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berharap kerja sama antara pemerintah dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bisa diperkuat jelang vaksinasi COVID-19 pada paruh kedua tahun 2021. Kementerian Kesehatan membutuhkan IDI untuk memobilisasi petugas kesehatan sebagai pemberi vaksin.

    “IDI sudah sangat terbantu, terutama dari para dokter dan tenaga kesehatan. Bantuan ini akan semakin dibutuhkan di semester kedua ini. Kami sangat membutuhkan bantuan dari teman-teman IDI untuk membantu penyuntikan dan juga mengkoordinasikan penyuntikan vaksin skala besar di Indonesia,” pungkasnya. kata. Budi dalam webinar virtual, Minggu (18/4).

    Dari data yang diperoleh, penerima vaksinasi terendah pada semester 1 adalah lansia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan juga membutuhkan IDI untuk sosialisasi dan inovasi agar lansia sebagai kelompok rentan dapat menerima vaksin Covid-19 yang lebih masif.

    “Lansia termasuk kelompok risiko tinggi, tapi menjangkau mereka relatif sulit. Jadi masih banyak lansia yang belum disuntik (vaksin Covid-19). Jadi saya sangat membutuhkan bantuan IDI mengingat lebaran kali ini, memang Belum bisa dipastikan bisa menahan mobilitas, saya-saya ingin memastikan mayoritas lansia sudah divaksinasi pada pertengahan Mei, ”kata Budi.

    Ketua Umum (PB) IDI Daeng M. Fiqih pun mengajak anggotanya untuk terus mendorong proses vaksinasi di Indonesia agar berjalan lancar. Sifat gotong royong, menurut saya inilah yang kita butuhkan untuk menghadapi pandemi saat ini, ujarnya.

    “Seluruh jajaran IDI melakukan tindakan proaktif untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi yang sedang gencar dilakukan. Sekarang kita sudah dalam fase 2. Fase 1 sudah selesai, fase 3 juga mulai segera masuk. Kalau tidak proaktif dalam Gotong royong, sepertinya capaian vaksinasi untuk mengakhiri pandemi Covid-19 bisa lebih lama lagi, ”kata Daeng.

    sumber: Antara




    Source