Vietnam Perketat Lockdown, Ho Chi Minh Dijaga Tentara

    Vietnam menerapkan pembatasan pergerakan di Ho Chi Minh pada awal Juli

    REPUBLIKA.CO.ID, HANOI — Vietnam mengerahkan pasukan pada Senin untuk membantu menegakkan aturan kuncitara Covid-19 yang ketat di Kota Ho Chi Minh. Kota terbesar di negara itu sejauh ini menjadi pusat wabah virus corona terburuk.

    Vietnam menerapkan pembatasan pergerakan di Ho Chi Minh pada awal Juli. Aturan itu diperketat minggu lalu karena jumlah infeksi terus meningkat. Pihak berwenang mengatakan aturan penguncian saat ini belum cukup ditegakkan.

    Setelah berhasil mengendalikan sebagian besar wabah Covid-19 tahun lalu, Vietnam mencatat 358.456 kasus dan sedikitnya 8.666 kematian. Ho Chi Minh menyumbang lebih dari 180 ribu atau setengah dari total kasus dan 7.010 atau 80 persen dari total kematian akibat Covid-19 di Vietnam.

    Sebagian besar kasus berasal dari kota Ho Chi Minh dan provinsi industri sekitarnya, di mana varian Delta telah memicu lonjakan kasus sejak akhir April. Pemerintah mengumumkan pada Jumat bahwa penguncian yang lebih ketat akan mulai berlaku Senin (23/8).

    Dilaporkan dari Reuters, Dengan pengetatan tersebut, masyarakat dilarang keluar rumah, bahkan untuk membeli makanan, karena tentara dikerahkan untuk membantu. Pengumuman, yang diubah untuk memungkinkan orang-orang di beberapa daerah tetap berbelanja makanan, kemudian dikembalikan ke larangan total.

    Orang-orang yang bingung dan panik menyerbu supermarket untuk membeli makanan di Ho Chi Minh akhir pekan lalu. Saksi mata mengatakan tentara mengirimkan makanan ke warga kota pada hari Senin. Media pemerintah menyiarkan gambar tentara bersenjata yang berjaga di pos pemeriksaan.

    Vietnam dalam beberapa pekan terakhir telah mengirim 14.600 dokter dan perawat ke Ho Chi Minh dan sekitarnya untuk membantu fasilitas kesehatan yang kewalahan, kata kementerian kesehatan. Pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Pemerintah pada Jumat (20/8), menyatakan akan mengirimkan 130 ribu ton beras dari gudang pemerintah ke Ho Chi Minh dan 23 kota/provinsi lainnya. Orang-orang di distrik Phu Nhuan dan Go Vap mengatakan mereka telah menerima paket berisi beras, daging, ikan dan sayuran dari tentara.

    Vietnam menerima pengiriman 501.600 dosis vaksin AstraZeneca dari Polandia dan sumbangan 200.000 dosis vaksin Sinopharm dari China pada Senin. Secara total negara telah mengamankan 23 juta dosis vaksin Covid-19. Namun, hanya 1,8 persen dari 98 juta penduduknya yang telah divaksinasi lengkap.

    sumber: antara



    https://www.republika.co.id/berita/qyau24423/vietnam-perketat-lockdown-ho-chi-minh-dijaga-tentara