Wabup KSB Minta TNI dan Polri Perangi Narkoba

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Berangkat dari banyaknya kasus yang terungkap oleh aparat kepolisian terhadap tindak penyalahgunaan narkoba, membuat banyak pihak cukup geregetan akan peredaran gelap obat obatan terlarang.
Apalagi, satu minggu setelah lebaran, tiga hari berturut terjadi penangkapan dengan kasus dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Atas dasar itulah aparat TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di minta untuk membongkar jaringan narkoba yang biasanya beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST, di sela-sela menyampaikan sambutannya pada acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019, Rabu (26/6), di aula central kediaman Bupati setempat. “Kami minta, jangan hanya ‘kelas teri’ yang diungkap. Tapi bongkar juga jaringan dan peredarannya,” seru Wabup.

Masyarakat optimis, institusi dimaksud mampu menunjukkan kinerja terbaik. “Kalau narkoba itu terus merajalela, maka tatanan sosial masyarakat akan rusak dan masa depan putra daerah hancur akibat dari barang haram ini. Di momentum HANI ini mari kita gunakan sekaligus aksi bersama perang melawan narkoba,” kata Wabup.

Fud Syaifudin mengaku, sangat mengatensi soal narkoba. Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dikpora dan Dinas Kesehatan, diharapkan bersinergi dengan menyambangi sekolah betapa bahaya narkoba untuk masa depan karir pendidikan dan bahaya untuk kesehatan.
Begitu juga Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), mencari kesempatan kerja putra-putri daerah, agar tidak terjerumus dalam lingkaran ‘putih’. “Generasi harus kita selamatkan. Merekalah yang akan memimpin daerah kedepan di era millenial,” ungkap Wabup.

Tak hanya itu, Fud Syaifudin, juga menegaskan agar internal eksekutif harus bersih dari narkoba. Landasan itu akan dilakukan tes urine terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kesehatan dengan BNNK Sumbawa Barat.

Mengenai tempat dan waktu lanjut Fud Syaifudin, masih merahasiakannya. “Yang jelas, pejabat dalam KTC, akan menjalani tes urine,” katanya.