Wakil Gubernur DIY mengimbau masyarakat untuk tidak pulang

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengimbau masyarakat untuk tidak pulang. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan dari pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, berdasarkan catatan pemerintah pusat, secara keseluruhan tren kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Meski begitu, kata dia, penyebaran Covid-19 tetap perlu diwaspadai.

“Masih perlu perjuangan untuk menjaga momentum yang baik ini agar bisa lebih baik lagi. Saya bersama jajaran Forkopimda DIY menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak pulang dan berkunjung ke daerah DIY,” ujarnya dalam Rakor Pengamanan Idul Fitri online. Fitr 2021, Rabu (21/4).

Pemerintah pusat juga telah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Namun, banyak pihak yang memanipulasinya sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.

Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mempersoalkan pemudik yang datang sebelum diberlakukannya kebijakan larangan mudik. Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pihaknya juga tidak melarang warganya berwisata di lingkungan DIY.

“Saya kira bahkan Lebaran sebelum tanggal 7 (Mei) orang Yogya yang ada di Jakarta dan (dari daerah lain) mungkin sudah pulang,” kata Senin (19/4).

Meski demikian, Sultan menegaskan, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap harus dilakukan dengan disiplin. “Asalkan bisa memenuhi 5M tidak jadi soal,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DIY pun memberlakukan berbagai pembatasan. Sultan mengatakan, kondisi tertentu bisa diberlakukan bagi pelancong yang datang ke Yogyakarta.

Serta persyaratan untuk membawa identitas kesehatan bebas Covid-19 yang telah diberlakukan selama liburan sebelumnya. “Yang (menggunakan jalur darat) di jalan harus memenuhi syarat tertentu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta pengamanan yang ketat di tingkat RT / RW hingga kelurahan. Peran menjaga warga, kata dia, harus diaktifkan untuk mengingatkan setiap warga yang keluar masuk agar taat pada protokol kesehatan preventif Covid-19.

“Di kampung, RT dan RW sampai padukuhan ada (harus) ada babinsa, bhabinkamtibmas plus penjaga warga yang mengingatkan 5M,” jelas Sultan.


Source