Wakil Gubernur DKI: Kafe di Falatehen ditutup karena pelanggaran

    Kafe My Bar di Jalan Falatehan menjadi lokasi pemukulan anggota Brimob dan Kopassus.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sebuah kafe di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ditutup karena adanya pelanggaran. Kafe tersebut kini juga telah diberi garis polisi.

    “Biasanya penyegelan Satpol PP karena ada beberapa alasan, seperti melanggar tata tertib kesehatan, atau ada perkelahian, tentu ada aturan yang harus disegel,” kata Riza di Balaikota Jakarta, Senin (19/2). / 4).

    Sebelumnya, sebuah kafe di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi lokasi pemukulan yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota Brimob dan melukai seorang anggota Kopassus. Namun, Riza mengaku belum mengetahui secara detail soal penyegelan oleh jajarannya, yang diduga sebagai buntut penyerangan terhadap dua orang yang tergabung dalam Kopassus dan Brimob.

    “Nanti kami akan tanya ke Satpol PP detailnya,” kata Riza.

    Pintu kafe My Bar di Jalan Falatehan kini sudah diberi garis polisi. Penyegelan dilakukan dengan menempelkan stiker segel sementara berlogo Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Stempel yang terdaftar dengan nomor 2530 / SATPOLPPJS / BAP / IV / 2021 dan bertuliskan ‘Sanksi administratif penyelenggaraan kegiatan TEMPORARILED’ berdasarkan pengakuan warga setempat yang dipasang oleh petugas. Satpol PP DKI sekitar pukul 16.00 WIB.

    Hingga saat ini, Polda Metro Jaya sedang mengusut kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota Brimob dan melukai anggota Kopassus, dengan sekitar enam orang saksi yang diperiksa polisi. Pemukulan brutal terhadap anggota Brimob dan Kopassus oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) terekam CCTV.

    Rekaman kejadian itu viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/4) pukul 05.30 WIB.

    sumber: Antara




    Source