Wakil Gubernur DKI: Takbiran Mei, Tapi Tidak Diselesaikan

Jakarta masih mengalami situasi pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan takbiran dalam menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah pertengahan Mei lalu bisa dilakukan di ibu kota, tapi tidak dengan jalan-jalan. Pasalnya, Jakarta masih mengalami situasi pandemi Covid-19.

“Ya takbir bisa (dilakukan), tapi dilakukan di masjid, bukan keliling,” kata Riza di Balaikota Jakarta, Selasa (20/4).

Sebelumnya, pemerintah melarang kegiatan takbir travelling pada malam Idul Fitri 1442 Hijriah pada pertengahan Mei 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan keputusan itu diambil karena takbir travelling berpotensi menimbulkan keramaian. Kerumunan ini disebut-sebut berpotensi menularkan Covid-19.

“Malam takbir Idul Fitri, kita tahu kalau takbiran ini dilakukan yang sudah dari beberapa daerah, dengan berkeliling akan berpotensi menimbulkan keramaian, dan ini berarti membuka peluang penularan. virus Covid-19. untuk memberlakukan pembatasan kegiatan takbir ini, kami tidak mengizinkan bepergian takbir, “kata Yaqut dalam jumpa pers virtual, Senin (19/4).

Namun, Yaqut menegaskan, bukan berarti acara takbiran itu dilarang. Takbiran hanya bisa dilakukan di masjid atau mushola, itupun dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Tolong lakukan takbir di masjid atau mushola, agar sekali lagi melindungi kita semua, kesehatan kita dari penularan Covid-19. Itu pun tetap dengan batasan 50 persen kapasitas masjid atau mushola,” dia berkata.

sumber: Antara




Source