Wakil Ketua MPR Minta BUMN Beri Peluang Developer dari Kalangan Santri Kerjakan Proyek Properti

    Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan kesempatan kepada pengembang dari pondok pesantren untuk menggarap berbagai proyek properti.

    Permintaan itu disampaikan Arsul saat membuka acara ‘BTN Santri Developer Kebangsaan’ di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, hari ini, Sabtu (5/6/2021).

    Arsul menuturkan, saat ini banyak pengembang properti profesional yang berasal dari kalangan santri. Produk yang mereka hasilkan juga memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan developer lain.

    “Pemerintah dan BUMN harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa profesional untuk menjadi pengembang properti. Para mahasiswa saat ini tumbuh menjadi profesional dan memiliki kemampuan wirausaha yang dapat diandalkan di berbagai sektor, terutama properti,” jelas Arsul, Sabtu (5/6/2021).

    Baca juga: Rukita Siapkan Cara Maksimalkan Pemasaran Rumah Kost untuk Pemilik Properti

    Arsul menyambut baik upaya Bank Tabungan Negara (BTN) bekerjasama dengan Lingkar NU dalam melibatkan pengembang santri melalui program BTN Santri Developer Kebangsaan.

    Baca juga: Lamudi Garap Digital Marketing untuk Semua Produk Properti Sinarmas Land

    Kolaborasi ini tidak hanya dapat menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga meningkatkan perekonomian rakyat. Apalagi banyak konsumen properti yang menggunakan produk kredit BTN juga dari kalangan nahsliyin.

    Baca juga: Sempat Mengajukan Kepailitan, Kontraktor Jepang Tidak Bertanggung Jawab Setelah Penghuni Apartemen Meninggal

    “Kebangkitan dan kemandirian komunitas nahdliyin sangat membutuhkan dedikasi mahasiswa yang profesional. Ini adalah keniscayaan. Untuk itu saya sangat mengapresiasi peran penting Lingkar NU dan BTN dalam mentransformasi kebangkitan santri dan nahdliyin,” ujarnya.

    Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh NU termasuk Bupati Jombang Hj. Mundjidah, Ketua Umum Lingkar NU R. Gatot Prio Utomo, Pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar Hj. Muflihah Shohib.

    Turut hadir Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, Nofry Rony Poetra – Direktur Keuangan, Perencanaan, dan Perbendaharaan serta Elizabeth Novie Riswanti – Direktur Wholesale Risk and Asset Management.

    KH. Abdul Hakim Mahfudz menyambut baik kerjasama yang melibatkan mahasiswa tersebut.

    Menurutnya, banyak warga NU yang menjadi konsumen perusahaan kelas menengah. Ia ingin produk yang dibeli warga NU dibuat oleh warga NU sendiri, yakni mahasiswa profesional.

    “Kebutuhan perumahan di kalangan menengah ke bawah sangat besar, terutama perumahan bagi warga nahdliyin. Saya berharap para alumni Sandev Kebangsaan bisa segera menjadi developer untuk mengabdi kepada masyarakat dan didukung penuh oleh BTN,” ujar kyai yang biasa disapa Gus Kikin ini.

    Ia mengapresiasi upaya NUC untuk terus mencetak mahasiswa profesional dengan kompetensi masing-masing.

    “Ke depan, dengan bibit-bibit profesional ini, para mahasiswa akan lebih mampu bersaing di berbagai sektor kehidupan,” ujarnya.



    https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/06/06/wakil-ketua-mpr-minta-bumn-beri-kesempatan-developer-dari-kalangan-santri-garap-proyek-properti