Wakil Presiden Meminta Lebih Banyak Pusat Pelatihan Kerja Masyarakat

Wapres meminta jumlah BLK masyarakat di daerah ditingkatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar Balai Latihan Kerja Masyarakat (BLK) ditingkatkan jumlahnya di daerah. Wapres mendukung keberadaan BLK Komunitas untuk mendukung peningkatan keterampilan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Wapres saat menerima laporan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah terkait kemajuan pengembangan BLK Masyarakat.

“Wapres menyambut baik program ini. Wapres meminta agar pengembangan skill yang baik ditiru,” kata juru bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangannya, Kamis (22/4).

Wapres, kata Masduki, juga menilai dampak pemberdayaan masyarakat BLK sangat positif bagi pengembangan kemampuan dan keterampilan pekerja. Karena itu, ia meminta kualitas pengajaran di Balai Latihan Kerja Masyarakat (BLK) ditingkatkan, terutama dari segi materi pelatihan dan fasilitator.

Pasalnya, kunci keberhasilan program BLK adalah pelatihan dan ketrampilan manajerial.

Selain itu, Wapres menilai materi ajar yang diberikan di BLK Komunitas dapat menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pasar. Apalagi, perencanaan BLK didasarkan pada kebutuhan daerah, baik melalui mekanisme bottom-up maupun top-down.

“Dengan demikian, pembangunan BLK Masyarakat yang rencananya dilakukan selama 4 tahun ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Masduki mengungkapkan, berdasarkan laporan Menaker kepada Wakil Presiden mengenai pembangunan BLK komunitas berbasis pesantren, gereja dan komunitas keagamaan lainnya, saat ini terdapat 2.127 BLK Komunitas. Namun, jumlah ini akan terus bertambah.

“Rencananya tahun ini meski terhambat pandemi, ditargetkan bisa menambah 1.000 BLK,” kata Masduki.

Ia mengatakan, program BLK Masyarakat saat ini sudah ada di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Nusa Tenggara Barat. “Yang sudah ada di Banyuwangi, NTB dan berbagai tempat. Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan juga mengundang Wapres untuk berkunjung ke daerah-daerah tersebut,” ucapnya.




Source