Wakil Presiden Mendukung Proses Hukum untuk Kasus Penodaan Agama Paul Zhang

    Dokumen DPO tersebut dapat dijadikan dasar bagi Interpol untuk mengeluarkan red notice kepada Paul Zhang.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendukung polisi memproses undang-undang kasus dugaan penistaan ​​agama yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang. Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Bareskrim Polri dalam menetapkan Paul Zhang sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama.

    “Wapres merespon sangat baik atas langkah polisi, tentunya penanganan masalah penodaan agama oleh Paul Zhang kini sudah dijadikan tersangka, dan mudah-mudahan segera ada tindak lanjutnya,” kata Masduki di Jakarta, Selasa (20/9). 4). .

    Masduki juga menambahkan, apalagi Polri segera merilis Daftar Orang yang dicari (DPO) untuk Paul Zhang dan langsung menyerahkannya kepada Interpol. Setelah itu, dia berharap, dokumen DPO bisa menjadi dasar Interpol mengeluarkan red notice kepada Paul Zhang.

    “Karena red notice sudah diproses, polisi internasional akan bekerja sama antara polisi Indonesia dan internasional,” kata Masduki.

    Kata Masduki, Wapres juga berharap publik tidak terpancing dengan ujaran kebencian yang disampaikan oleh Paul Zhang. Di sisi lain, masyarakat dapat terus menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama di Indonesia.

    “Bagaimana semestinya kerukunan umat beragama di Indonesia dijaga, (terutama) umat Islam (yang) saat ini sedang berpuasa, Wapres berharap emosinya tidak terguncang hanya karena masalah kecil itu,” ucapnya.

    Sebab, kata wakil presiden, pernyataan Paul Zhang itu tidak ada artinya sama sekali. “Apa yang dikatakan Paul Zhang, tidak ada artinya, itu menunjukkan ketidaktahuannya tentang masalah sebenarnya yang dia bicarakan,” katanya.

    Wapres pun, kata Masduki, berharap agar masyarakat tetap bersilaturahim dan menjaga hubungan antar umat beragama.

    “Bagaimana menjaga hubungan tetap berjalan, semuanya akan terus berjalan, hubungan yang harmonis terus berlanjut dan tidak perlu diganggu oleh hal-hal terkait pernyataan Paul Zhang,” kata Masduki.

    Bareskrim Polri menetapkan Joseph Paul Zhang sebagai tersangka tindak pidana penodaan agama. Penyidik ​​menetapkan dua pasal sekaligus untuk tersangka, yakni Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama dan Pasal 28 ayat (2) UU Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman lima tahun. hukuman penjara.

    Direktorat Kejahatan Siber (Cyber ​​Crime) Kepolisian Republik Indonesia telah menerbitkan daftar buronan (DPO) Joseph Paul Zhang pada Senin (19/4).

    “DPO ini akan segera dikirim ke Interpol sebagai dasar dikeluarkannya red notice,” kata Kepala Bidang Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.




    Source