Walkot Yogya: Vaksin tidak langka, tapi terbatas

    Tidak semua orang bisa divaksinasi, terbatas pada orang yang berhak saja.

    REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan ketersediaan vaksin Covid-19 masih mencukupi. Meski begitu, dia tidak memungkiri ketersediaan vaksin ini terbatas.

    “Di Yogyakarta vaksin langka, tapi yang tepat terbatas. Artinya yang kita targetkan tidak semua orang bisa divaksinasi, terbatas pada orang yang berhak dan bisa divaksinasi,” kata Haryadi di Gerbang Selatan Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (11/9). ).

    Meski demikian, ia mengklaim pelaksanaan percepatan vaksinasi di Kota Yogyakarta tidak terhambat. Bahkan, saat ini pihaknya terus melakukan percepatan vaksinasi dengan menambah stand vaksinasi di beberapa titik.

    Namun, pelaksanaan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan di kecamatan juga terus berjalan. “Tidak perlu khawatir, ketika jadwal (vaksinasi) sudah ada, kami siap. Meski saat ini sedang melakukan gerakan vaksin masif, bukan berarti ketersediaan vaksin dosis kedua tidak terjaga, ” dia berkata.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan saat ini ketersediaan vaksin mencapai 51.000 dosis, baik AstraZeneca maupun Sinovac. Pihaknya sendiri menargetkan target vaksinasi mencapai enam ribu orang per hari.

    “Kita sudah punya pusat vaksinasi (outlet) vaksinasi, percepatan (vaksinasi) dilakukan di pusat-pusat itu. Artinya menambah pusat vaksinasi untuk meningkatkan akselerasi,” kata Emma.

    Emma mengatakan, pendistribusian vaksin untuk Kota Yogyakarta dilakukan secara bertahap. Jika nanti ketersediaan vaksin menipis, maka pihaknya akan mendapatkan kembali penyaluran dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemda DIY.

    “Sambil jalan-jalan (vaksinasi), kita minta lebih (stok). Makin cepat belanja, makin cepat kita minta lebih,” ujarnya.

    Menurutnya, pencapaian vaksinasi di Kota Yogyakarta sudah melebihi target Kementerian Kesehatan. Namun, vaksinasi di kota Yogyakarta sendiri, kata Emma, ​​juga dilakukan bagi warga yang berasal dari luar daerah.

    “Selama fasilitas kesehatan (vaksinasi) ada di Yogya, itu prestasi bagi Yogya. Kita sudah 100 persen lebih, target kita dari Kemenkes lebih dari 150 persen. Semuanya bukan hanya warga Kota. dari Yogya, tetapi juga pekerja dan warga (luar daerah) yang lewat,” jelas Emma.



    https://www.republika.co.id/berita/qxo46a487/walkot-yogya-vaksin-tidak-langka-tapi-terbatas