Warga Afghanistan di India Menuntut Status Pengungsi

    Warga Afghanistan di India mengatakan mereka belum diakui sebagai pengungsi.

    REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Ratusan warga Afghanistan yang tinggal di India menuntut status pengungsi di negara mayoritas Hindu itu. Pengungsi Afghanistan berunjuk rasa di luar kantor badan pengungsi PBB (UNHCR) di New Delhi, Senin (23/8), menuntut keadilan dan keamanan.

    Sebagaimana dilaporkan Aljazair, sebagian besar pengunjuk rasa mengatakan mereka melarikan diri ke India lebih dari 10 tahun yang lalu. Namun mereka masih belum diakui sebagai pengungsi, dan berjuang dengan proses pendaftaran birokrasi yang rumit. Orang Afghanistan tidak diberikan status pengungsi karena India tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB 1951 atau Protokol 1967 tentang Status Pengungsi.

    Menurut UNHCR, pada 2019 warga Afghanistan menyumbang sekitar sepertiga dari hampir 40.000 pengungsi terdaftar di India. Namun masih banyak warga Afghanistan yang tidak terdaftar di UNHCR.

    Permintaan status pengungsi bagi warga Afghanistan yang tinggal di India telah meningkat sejak Taliban mengambil alih Kabul. Sebagian besar warga Afghanistan khawatir Taliban akan kembali berkuasa dengan undang-undang dan peraturan yang ketat. Salah satunya adalah merampas hak-hak perempuan.

    Taliban memerintah Afghanistan dari 1996-2001. Saat itu, mereka menerapkan syariat Islam yang cukup ketat. Taliban melarang wanita bekerja, dan anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah. Selain itu, wanita harus mengenakan burqa dan ditemani oleh kerabat laki-laki saat keluar rumah.

    Kali ini Taliban menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang lebih moderat. Taliban menawarkan amnesti kepada mereka yang memerangi mereka, dan berkomitmen untuk menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan hukum Islam.

    Sebuah pesawat Angkatan Udara yang terbang dari Kabul, Afghanistan mendarat di pangkalan Angkatan Udara Hindon dekat New Delhi pada Minggu (22/8). Pesawat itu membawa 168 orang dari Kabul.

    Seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri India mengatakan penumpang terdiri dari 107 warga negara India dan 61 warga negara asing. Kementerian tidak merinci kewarganegaraan dari 61 orang tersebut.

    Sebelumnya, India telah mengevakuasi 87 orang dari Kabul ke Tajikistan pada Sabtu (21/8). Mereka mendarat di bandara New Delhi pada hari Minggu. Dua warga negara Nepal berada di dalam pesawat tersebut. Kantor berita Pers Trust of India mengatakan sekitar 400 orang India diyakini berada di Afghanistan.



    https://www.republika.co.id/berita/qyal6d377/warga-afghanistan-di-india-menuntut-status-pengungsi