Warga Bangkalan Tolak Tes Covid, Ini Instruksi Bupati

Bupati menginginkan rapid test massal bagi warga Bangkalan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN — Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta kepala desa di 18 kecamatan proaktif mensukseskan pelaksanaan tes cepat massal. Tes massal sebagai bentuk deteksi dini penyebaran Covid-19 di Bangkalan yang akhir-akhir ini meningkat.

“Kami sangat berharap peran aktif kepala desa dalam pelaksanaan rapid test massal di Bangkalan, sehingga warga yang terpapar Covid-19 bisa teridentifikasi,” kata Abdul, Senin (14/6).

Permintaan orang nomor satu di Pemkab Bangkalan itu disampaikan, menyusul banyaknya warga yang tidak bersedia menjalani tes cepat oleh petugas medis dari Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan. Para kepala desa diminta bupati untuk memberikan pemahaman kepada warganya bahwa tes Covid-19 itu tidak berbahaya, karena hanya untuk mengetahui warganya terpapar atau tidak.

“Jangan sampai salah paham. Jelaskan bahwa penyebaran Covid-19 itu cepat, dan untuk mengetahuinya harus dilakukan tes,” kata bupati.

Selain meminta para kepala desa proaktif membantu aparat mensukseskan pelaksanaan rapid test massal yang akan dilakukan Pemkab Bangkalan bersama Pemprov Jatim, Bupati juga meminta bantuan tokoh agama dan tokoh masyarakat di kecamatan paling barat tersebut. dari Pulau Madura. Bupati menjelaskan, tokoh agama juga memiliki peran penting dalam ikut ambil bagian dalam pencegahan penyebaran Covid-19, melalui arahan dan penyuluhan kepada masyarakat Bangkalan.

Lonjakan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, menurut dia, sangat tinggi sehingga menarik perhatian Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, termasuk Menteri Kesehatan. “Beberapa hari lalu Menkes RI langsung turun ke Bangkalan, karena kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bangkalan memang sangat meresahkan,” kata Bupati.

Saran yang disampaikan Kemenkes RI dan Pemprov Jatim, menurut Bupati, meminta Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan untuk melaksanakan 3T (pengujian, penelusuran dan perawatan) menangkap dan menemukan kasus baru dalam upaya mencegah penyebaran yang lebih luas.

“Sudah sepantasnya disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita, tanpa perlu diawasi dan diingatkan. Dan ini yang perlu diperhatikan oleh kepala desa dan unsur lainnya,” kata Bupati. .

Sebelumnya, Bupati Bangkalan, Kapolres dan Pangdam Bangkalan meninjau kondisi warga Bangkalan yang terpapar Covid-19 di Kecamatan Arosbaya yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi sejak hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, karena warga sering berkerumun dan lalai menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Hingga 14 Juni 2021, terdapat 483 kasus aktif, dari total kasus aktif selama pandemi sebanyak 2.244 orang.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qup6u1409/warga-bangkalan-tolak-dites-covid-ini-instruksi-bupati