Warga Cimahi Berbagi Oksigen Gratis Selama Pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Hendra Setiawan, warga Kota Cimahi selama dua pekan terakhir mulai membagikan oksigen gratis kepada pasien Covid-19 di masa pandemi Covid-19. Meski mengaku bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun ia berharap apa yang dilakukannya bisa meringankan sebagian beban masyarakat.

Ia menggunakan beberapa tabung oksigen berukuran enam meter kubik yang disimpan di tempat usahanya di Jalan Baros untuk menyalurkan bantuan. Total oksigen yang diberikan adalah 24 meter kubik dengan 1 meter kubik didistribusikan ke setiap penduduk.

Dia mendapat oksigen dengan membelinya ke stasiun pengisian oksigen. Selain itu, ia juga meminjamkan beberapa tabung oksigennya kepada orang yang membutuhkan. Keputusannya membagikan oksigen gratis dan meminjamkan tabung oksigen di masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan empatinya kepada mereka yang terpapar Covid-19.

Apalagi ia sering melihat antrean warga yang hendak membeli oksigen. Situasi itu menyentuh hatinya. Ia menilai bantuan tersebut sebagai simbol solidaritas masyarakat untuk membantu warga lainnya dengan harapan masyarakat lain dapat melakukan hal yang sama.

“Gerakan ini sebagai simbol mengetuk orang lain yang mampu sehingga jika gerakan ini dilakukan oleh banyak orang akan lebih ringan,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Hendra yang sehari-hari bekerja di bidang tata udara mengatakan, saat ini banyak orang yang membutuhkan oksigen. Diantaranya adalah pasien yang membutuhkan oksigen setiap hari karena penyakit seperti penyakit paru-paru. Selanjutnya pasien yang akan melahirkan dan akan dioperasi dan terakhir pasien Covid-19.

“Yang terkena dampak nomor satu karena biasanya sekarang mudah mencari oksigen, sedangkan di rumah kejenuhannya berkurang,” katanya. Dikatakannya, dalam sehari ada 24 hingga 30 warga yang mencari oksigen, termasuk pada malam hari, sehingga ia memilih untuk mendistribusikan oksigen pada malam hari.

Ia mengatakan, gerakan yang digagasnya juga mendorong para pelaku usaha di bidang AC untuk meminjamkan tabung oksigen kepada pasien. Hendra mengaku juga meminjamkan regulator kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Regulator kalau beli sekarang mencapai Rp 1 juta dan tidak ada (stok),” katanya. Di tengah pandemi yang mempersulit keadaan, ia mengaku bersyukur masih bisa berbagi dengan sesama.

Selain bantuan oksigen dan peminjaman tabung oksigen gratis, ia juga berinisiatif membuat alat oksigen secara mandiri. Dengan modal kurang lebih Rp 5 hingga 8 juta, ia membuat alat yang sudah beberapa kali digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Saya merakit oksimeter oksigen kedua, prosesnya sederhana, kami menyaring udara di sekitarnya,” katanya. Diakuinya, setelah menyaring udara sekitar, diproses hingga akhirnya melepaskan oksigen.

Setelah uji coba berhasil, ia pun sempat meminjamkan satu unit alat tersebut kepada warga beberapa waktu lalu. Alat tersebut kini telah dikembalikan dan sedang dirawat, ia kembali membuat alat serupa lainnya dengan tambahan komponen.

Hendra mengatakan, alat tersebut diharapkan dapat digunakan bagi warga yang mengalami penurunan kejenuhan namun masih harus menunggu untuk dibawa ke rumah sakit karena kondisi ruangan yang penuh. Elemen-elemen pada alat tersebut antara lain kompresor, pipa AC, filter udara yang dipadukan dengan rangkaian elektronik.

https://repjabar.republika.co.id/berita/qwxr34327/warga-cimahi-berbagi-oksigen-gratis-saat-pandemi-covid19