Warga Desak Inspektorat Telusuri Penyelewengan APBDes Labuhan Bontong

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Puluhan masyarakat Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano berunjuk rasa didepan Kantor Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Senin (8/10). Aksi ini dilakukan untuk mendesak pihak Inspektorat segera telusuri dugaan penyelewengan APBDes yang terjadi di desa setempat.
Perwakilan Masa aksi diterima langsung oleh Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Azis, di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, Kordinator Lapangan, Haswandi SAP menyampaikan berbagai dugaan penyelewengan ABPDes yang terjadi dari tahun 2015 hingga tahun 2018.
Haswandi menyebutkan, diantara dugaan penyelewengan itu antara lain pembangunan cek dam orong labu, pembangunan badan jalan di Dusun Labuhan Bontong, rehab Kantor Desa, rehab atap PAUD pasar putih di Dusun Bonto, paping blok yang menggunakan dana aspirasi, aspal goring, badan jalan di Dusun Bonto serta pembuatan jembatan.
Selain itu, ada pula dugaan ketidakjelasan mengenai anggaran tahun 2017 tentang kegiatan pembinaan dan pengembangan air bersih. Termasuk mengenai dugaan pemungutan liar, tanpa dasar hukum yang ditarik dari masyarakat oleh oknum desa sebesar Rp. 10 ribu untuk kendaraan roda empat yang muatan 2 ton dan Rp. 30 ribu yang diatas 3 ton.
“Kami meminta agar laporan ini segera ditindaklanjuti. Yakni memanggil, memeriksa oknum kepala desa. Kemudian memanggil dan memeriksa siapapun yang terlibat dalam persoalan tersebut, dan segera membentuk tim pencari fakta untuk turun investigasi” pintanya.
Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Azis menyampaikan sebagian dugaan yang dikatakan itu sudah diproses sebelumnya. Bahkan ada pekerjaan yang tidak sesuai volume, sisa uangnya telah dikembalikan ke kas desa.
Selain itu, untuk pekerjaan di tahun 2018 nantinya juga akan dibentuk tim untuk melakukan audit. Namun setelah dana desa pada tahun yang sama telah selesai.
Meskipun demikian, atas laporan warga ini pihaknya akan tetap memeriksa pengelolaan Dana Desa Labuhan Bontong. Dalam waktu dekat juga pihaknya akan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi. “Kalau ada bukti lainnya, Inspektorat siap menurunkan tim khusus untuk memeriksa dugaan tersebut,” demikian tutupnya.