Warga Kabupaten Bogor Dilarang Melakukan SOTR

Polres Bogor akan melakukan patroli memblokir sahur di jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) melarang keberadaan sahur di jalan raya (SOTR) yang bisa menimbulkan keramaian. Karenanya, Polres Bogor akan melakukan patroli bersama untuk membubarkan jika ditemukan massa SOTR.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan, setiap hari menjelang subuh 20 hingga 30 personel melakukan patroli.

“Masing-masing polsek mengawasi. Bupati juga, Satpol PP untuk tim, bersama-sama akan kita laksanakan kegiatan penghalangan SOTR ini,” kata Harun, Selasa (13/4).

Selain Polres Bogor, lanjut Harun, pihaknya akan dibantu personel TNI dari Kodim 0621 / Kabupaten Bogor untuk melaksanakan Polmas selama Ramadan. Selain itu, menurutnya, selain bisa menimbulkan keramaian, SOTR juga berpotensi menimbulkan tindak kekerasan. Seperti tawuran antar kelompok.

“Di SOTR sering terjadi kekerasan, seperti tawuran antar kelompok yang saling bertemu di jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin juga melarang kegiatan SOTR. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) No. 45113/22-Kesra tentang Pedoman Kegiatan Masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Tak hanya SOTR, SE juga melarang masyarakat Kabupaten Bogor menyalakan kembang api dan petasan.

“Masyarakat tidak diperbolehkan menyalakan petasan, kembang api, sahur di jalan, sekaligus travelling takbir, ”kata Ade Yasin.




Source