Warga Non DKI Bisa Mendaftarkan Anaknya ke Sekolah Umum

    Penduduk non-DKI dapat mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah umum melalui jalur pengalihan tugas.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan warga non-DKI bisa mendaftarkan anaknya di sekolah umum di Jakarta. Sepanjang, melalui jalur pengalihan tugas orang tua.

    “Bisa (daftar mungkin) tapi ada jalur lain, yakni jalur perpindahan tugas orang tua,” kata Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi di Jakarta, Jumat (21/5).

    Taga mengatakan, dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PPDB) 2021 ada empat jalur pendaftaran, yang pertama jalur prestasi; yang kedua adalah garis penegasan; yang ketiga adalah jalur zonasi; dan yang keempat adalah jalur peralihan tugas orang tua. Untuk tiga jalur pertama, yang disebutnya jalur reguler, tidak ada kuota bagi warga non Jakarta karena terbatasnya kuota sekolah.

    “Kuota atau daya tampung sekolah negeri Jakarta yang ada masih belum mampu menampung warganya untuk bersekolah sehingga untuk jalur reguler kita tidak memberikan ruang untuk anak-anak di luar Jakarta, tapi bukan berarti tidak bisa, tapi diakomodir melalui jalur peralihan tugas orang tua, “ujarnya.

    Adapun persentasenya, kata Taga, Dinas Pendidikan hanya memberikan dua persen warga non Jakarta untuk bersekolah di Ibu Kota. Padahal, Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 mengatur persentase siswa di luar domisili maksimal lima persen.

    “Itu maksimal, DKI hanya menggunakan dua persen karena lebih banyak untuk anak Jakarta,” ujarnya.

    Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2021, inilah aturan kuota pendaftaran PPDB tiap jenjang. Untuk level SD, jalur registrasi terdiri dari; jalur afirmasi dengan kuota 25 persen, jalur zonasi dengan kuota 73 persen, jalur pengalihan tugas induk dengan kuota dua persen.

    Untuk PPDB SMP / SMA, registrasi terdiri dari; jalur prestasi akademik dengan kuota 18 persen, jalur prestasi non akademik dengan kuota lima persen, jalur afirmasi dengan kuota 25 persen, jalur zonasi dengan kuota 50 persen, dan jalur penugasan untuk orang tua dan guru. ‘anak-anak dengan kuota dua persen. Untuk jenjang SMK jalur pendaftaran terdiri dari; jalur prestasi akademik dengan kuota 50 persen, jalur prestasi non akademik dengan kuota lima persen, jalur afirmasi dengan kuota 43 persen, jalur perpindahan tugas orang tua dan guru anak dengan kuota dua persen.

    sumber: Antara




    Source