Yusril Ihza Mahendra: Saya Sarankan Demokrat Siapkan Argumen di MA, Bukan Rumor Bayar Rp 100 Miliar

    TRIBUNNEWS.COM – Advokat Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait tuduhan dibayar kubu KLB Moeldoko sebesar Rp 100 miliar untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat 2020 ke Mahkamah Agung (MA).

    Diketahui, dugaan Yusril dibayar Rp. 100 miliar itu diungkapkan politisi Partai Demokrat Andi Arief di media sosial Twitter-nya.

    Menanggapi hal itu, Yusril mengaku tak mau repot memikirkannya.

    Menurutnya, sebaiknya Partai Demokrat fokus mempersiapkan diri untuk saling membuktikan argumen di meja hijau nanti.

    Baca juga: Disebut Pernah Bertemu SBY Minta Marzuki Alie Jadi Sekjen Demokrat, Kubu Moeldoko: Itu Tidak Benar

    Bukannya melontarkan tuduhan bahwa ia dibayar Rp 100 miliar sebagai jasa hukum kubu Moeldoko.

    “Saya sarankan. Bukan mengajar. Kepada Partai Demokrat, bersiaplah menghadapi argumen di Mahkamah Agung.”

    “Bukan gosip Yusril digaji Rp 100 miliar. Isunya macam-macam.”

    “Saya kira tidak sulit, insya Allah. Ini masalah politik. Mahkamah Agung tidak peduli itu semua,” katanya, dikutip dari tayangan YouTube Medcom.id, Sabtu (2/10/2021).

    Ia mengatakan bahwa langkah setiap orang yang berkonflik dan membawanya ke pengadilan harus dihormati.

    Pengacara dan pemegang saham Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra usai menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Jakarta, Kamis (11/7/2019). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA) (KompasTV)

    Baca juga: Jawaban Yusril atas tuduhan dibayar Rp. 100 miliar untuk menuntut AD/ART Demokrat: Biarkan saja

    Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis, kata Yusril, dimaksudkan untuk mengubah perkelahian di lapangan menjadi perkelahian intelektual di pengadilan.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/10/04/yusril-ihza-mahendra-saya-sarankan-demokrat-siap-siap-argumen-di-ma-bukan-diisu-bayar-rp-100-m